Palembang — Di balik pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, ada secercah kepedulian yang merayap hangat.
Pemerintah Kota Palembang bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) menggalang aksi sosial berupa pengumpulan bantuan beras secara sukarela. Aksi ini ditujukan untuk merangkul dan meringankan beban warga kurang mampu yang ruang geraknya terpasung bencana asap.
Dari uluran tangan sukarela para abdi negara tersebut, sebanyak 5 ton beras berhasil dihimpun dan siap disalurkan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa gerakan ini lahir murni dari rasa empati dan semangat kebersamaan untuk saling menopang di masa-masa sulit.
”Gerakan ini murni wujud solidaritas dan kepedulian bersama, tanpa ada muatan apa pun. Kami hanya ingin sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Palembang, khususnya warga kurang mampu yang mata pencariannya terganggu akibat kabut asap ini,” ujar Ratu Dewa, Sabtu (10/10/2026).
Ratu Dewa menyadari, uluran tangan ini mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh kesulitan warga. Namun, di tengah ikhtiar pemerintah memulihkan kondisi udara, langkah kecil ini diharapkan bisa memberikan penawar dahaga bagi keluarga yang membutuhkan.
Ia menaruh perhatian mendalam pada para pekerja lapangan yang tak memiliki pilihan selain menembus pekatnya udara tak sehat demi menyambung hidup.
”Masih banyak saudara-saudara kita yang harus terus berjuang di jalanan di bawah kepungan kabut asap. Penghasilan mereka terganggu drastis—mulai dari tukang becak, pengemudi ojek online, hingga pekerja harian lainnya,” tuturnya.
Menanggapi potensi tanggapan miring publik yang mungkin menganggap langkah ini sekadar pencitraan, Ratu Dewa menanggapinya dengan bijak dan lapang dada. Bagi Pemkot Palembang, fokus utama saat ini adalah ketulusan dalam melayani.
”Masyarakat memiliki hak sepenuhnya untuk berpendapat. Tugas kami adalah terus berusaha memberikan yang terbaik dan bekerja tulus sebagai pelayan masyarakat,” katanya.









