Palembang — Semangat gotong royong ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
Melalui aksi sukarela, mereka berhasil mengumpulkan bantuan sebanyak 22 ton beras untuk disalurkan kepada warga rentan miskin yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa gerakan ini tidak sebatas pembagian bahan pangan pokok, melainkan manifestasi dari nilai kemanusiaan serta tanggung jawab sosial seorang abdi negara.
”Ini bukan soal berapa kilo berasnya, tapi soal rasa. Alhamdulillah, terkumpul 22 ton beras dari hasil urunan ikhlas teman-teman ASN dan P3K Pemkot Palembang. Gerakan ini bukan sekadar berbagi beras, melainkan wujud kepedulian dan solidaritas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujar Ratu Dewa, Selasa (14/10/2026).
Ratu Dewa memaparkan bahwa paparan kabut asap karhutla yang menyelimuti wilayah Kota Palembang belakangan ini memberi tekanan berat bagi masyarakat, terkhusus kelompok rentan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengancam kesehatan dan membatasi mobilitas harian, tetapi juga melumpuhkan sektor perekonomian warga kurang mampu.
”Di tengah dampak kabut asap karhutla ini, banyak warga kita, terutama yang rentan miskin, merasakan beban yang berat. Aktivitas terbatas, kesehatan terganggu, ekonomi pun melambat. Maka, semangat gotong royong ini kita harapkan dapat meringankan beban warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, aksi penggalangan bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa jajaran pegawai Pemkot Palembang memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan mau turun langsung membantu warga.
”Dari kepedulian menjadi aksi. Inilah yang ingin kita bangun. ASN Palembang harus menjadi contoh, menjadi penggerak kebaikan. Kita ingin memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tidak boleh jauh dari rakyatnya, apalagi saat rakyat sedang susah karena asap,” lanjut Ratu Dewa.
Seluruh beras bantuan sebanyak 22 ton tersebut disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak yang telah terdata. Penerima prioritas mencakup masyarakat miskin, lansia, serta warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar asap.
Melalui langkah ini, Wali Kota berharap gerakan kepedulian ASN dapat memicu keterlibatan pihak-pihak lain, seperti BUMN, BUMD, maupun sektor swasta, untuk turut mengulurkan tangan.
”Terima kasih untuk seluruh ASN dan P3K yang sudah berpartisipasi. 22 ton ini adalah bukti cinta kita untuk Palembang. Mari terus jaga semangat ini, Palembang ini milik kita, warganya adalah keluarga kita,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Palembang berharap penyaluran bantuan pangan ini dapat menjaga stabilitas sosial dan menopang perekonomian masyarakat rentan, sembari pemerintah terus mengoptimalkan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla di lapangan.









