Menu ✖

Mode Gelap

News

Karhutla Sumsel Belum Reda, 94 Hektare Lahan Masih Terbakar dan Hotspot Tembus 1.111 Titik

badge-check


Suasana pemadaman yang dilakukan Manggala Agni di Tulung Selapan, OKI Foto : Manggala Agni Perbesar

Suasana pemadaman yang dilakukan Manggala Agni di Tulung Selapan, OKI Foto : Manggala Agni

PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih menyisakan pekerjaan besar bagi tim penanggulangan. Di tengah upaya pemadaman, jumlah hotspot atau titik panas kembali menembus angka seribu dalam sehari, sementara hampir 95 hektare lahan dilaporkan masih terbakar.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, berdasarkan data Sipongi, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 1.111 titik pada Minggu (18/10/2026). Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 794 titik.

“Hotspot kemarin terpantau 1.111 titik, melonjak dari hari sebelumnya 794 titik. Hotspot terbanyak terdeteksi di lahan gambut sebanyak 567 titik dan mineral 544 titik,” ujar Sudirman, Senin (19/10/2026).

Sebaran titik panas masih terkonsentrasi di sejumlah daerah yang menjadi wilayah rawan karhutla. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat jumlah tertinggi dengan 386 titik, terdiri dari 276 titik di lahan gambut dan 110 titik di lahan mineral.

Banyuasin menyusul dengan 257 titik, terdiri dari 172 titik gambut dan 85 titik mineral. Sementara itu, Musi Banyuasin (Muba) mencatat 161 titik, Muara Enim 61 titik, dan OKU Timur 51 titik.

OKI catat puluhan ribu hotspot sepanjang tahun

Suasana pemadaman yang dilakukan Manggala Agni di Tulung Selapan, OKI Foto : Manggala Agni

Lonjakan harian tersebut menambah panjang daftar titik panas yang terdeteksi di Sumsel sepanjang Oktober. Dalam periode 1-18 Oktober 2026, jumlah hotspot mencapai 35.330 titik.

OKI menjadi daerah dengan sebaran tertinggi, yakni 21.496 titik. Selanjutnya, Muba mencatat 5.579 titik, Banyuasin 3.992 titik, dan Muara Enim 1.570 titik.

Jika dihitung sejak awal tahun hingga 18 Oktober 2026, total hotspot di Sumsel mencapai 84.437 titik. Sebanyak 38.442 titik terdeteksi di OKI, disusul Muba dengan 13.503 titik, Banyuasin 11.380 titik, dan Muara Enim 6.895 titik.

Besarnya jumlah titik panas di OKI menunjukkan daerah tersebut menjadi salah satu fokus utama penanganan karhutla di Sumsel. Kondisi ini juga menuntut upaya pemadaman dan pemantauan yang berkelanjutan, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut.

Hampir 100 hektare lahan masih terbakar

Di sisi lain, BPBD Sumsel mencatat total luas lahan yang terbakar mencapai 355,92 hektare dari 56 kejadian karhutla.

Dari luasan tersebut, tim satuan tugas (satgas) darat berhasil memadamkan api di area seluas 234,67 hektare. Sementara itu, pemadaman melalui helikopter water bombing menjangkau sekitar 27 hektare lahan.

Dengan demikian, masih terdapat 94,25 hektare lahan yang belum padam dan menjadi sasaran penanganan lanjutan.

“Sisa lahan yang belum padam seluas 94,25 hektare dan akan ditangani bersama pada hari ini,” kata Sudirman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

7,2 Ton Dry Ice Disemai di Langit Sumsel untuk Urai Kabut Asap

19 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal Korupsi e-Katalog Disdikbud Muara Enim: Dua Petinggi PT MSA Dituntut 2 Tahun Penjara

19 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Diancam Pembunuhan, Remaja 15 Tahun di Muara Enim Jadi Korban Bejat Ayah Kandung

18 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Jerat Kejahatan Lingkungan: Satu Direktur Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla Sumsel, 15 Lainnya Disidik

18 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Daya Pikat Jembatan Ampera Antar Palembang Raih Predikat Destinasi Kota Terbaik 2026

18 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Trending di News