Menu

Mode Gelap

News

BPBD Kerahkan 1.030 Personel dan Siagakan 11 Helikopter Water Bombing

badge-check


BPBD Kerahkan 1.030 Personel dan Siagakan 11 Helikopter Water Bombing Perbesar

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Iriansyah memastikan pihaknya terus berupaya untuk memadamkan Kebakaran Lahan dan Hutan di Sumsel. Bahkan, pihaknya telah tetap mensiagakan 11 helikopter Water Bombing dan penambahan 1.030 personel.

Iriansyah mengatakan saat ini  upaya pemadaman baik dari darat maupun melalui udara dengan cara water bombing atau pengebom air menggunakan helikopter belum juga maksimal. Mengingat, api tidak padam seluruhnya.

“Kebakaran kebanyakan terjadi di lahan gambut. Jadi saat kita memadamkan, api yang berada di bawah lahan tetap masih berkobar. Meski begitu, satgas darat siang dan malam terus melakukan pemadaman kebakaran lahan. Bahkan, jumlah di lapangan sudah mengerahkan 14 ribu lebih petugas,” ucap dia.

Pihaknya pun hari ini mengirim 1.030 personel gabungan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ribuan personel itu untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang hingga kini masih terjadi di wilayah itu.

“Ada penambahan 1.030 personel gabungan baik dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Tagana, Pol PP, serta masyarakat desa peduli api yang dikirim untuk membantu satgas karhutla darat yang tengah bertugas memadamkan karhutla di sana,” ungkapnya.

Pihaknya pun tetap mensiagakan 11 helikopter water bombing yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Dia menyebut, sembilan helikoper pengebom air, satu pesawat patroli udara, dan satu helikpiter patroli udara. “Ada juga dua pesawat teknik modifikasi cuaca (TMC), tapi saat ini belum bisa dilakukan karena awan pembentuk hujan belum ditemukan,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten, Nuga Putrantijo, mengatakan untuk potensi hujan pada sejumlah wilayah di Sumatera Selatan diprakirakan pada 27-29 Oktober 2019 mendatang.

“Seiring melemahnya Badai Tropis Bualoi akan berpotensi munculnya Borneo Vorteks (Sirkulasi Kalimantan) yang menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel akan menyebabkan potensi hujan pada 27-29 Oktober 2019 di wilayah Sumsel,” ujar dia.

Potensi dengan kriteria hujan sedang-lebat diprediksi terjadi di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kabupaten Muratara, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Lahat, Kabupaten PALI, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kota Palembang.  “Kemudian, potensi dengan kriteria hujan ringan akan terjadi di wilayah Kabupaten OKI, Kabupaten Ogan Ilir, serta Kabupaten OKU Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prabowo Terima Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perjuangan Palestina

16 Juni 2026 - 12:14 WIB

Terima LHP BPK RI, DPRD Sumsel dan Pemprov Perkuat Sinergi Anggaran

16 Juni 2026 - 11:50 WIB

Herman Deru Tegaskan Komitmen Transparansi, Sumsel Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

16 Juni 2026 - 09:48 WIB

Berlangsung Kondusif, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Terima Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

16 Juni 2026 - 09:27 WIB

Pulang Haji, Eks Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejaksaan Usai Terjerat Kasus Korupsi KUR

15 Juni 2026 - 21:10 WIB

Trending di Headline