Palembang — Rencana pemerintah pusat menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang disertai sistem pembelajaran daring di sekolah mulai April 2026 mulai menuai perhatian di daerah. Namun, hingga kini implementasinya masih menunggu kejelasan teknis dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat mengambil langkah konkret karena belum adanya petunjuk resmi terkait mekanisme pelaksanaan, khususnya di sektor pendidikan.
“Kami masih mengkaji berbagai kemungkinan yang bisa diterapkan. Namun, untuk teknisnya memang belum kami terima,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, kebijakan yang menggabungkan WFA dengan pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga di tengah perubahan sistem belajar. Disdik Sumsel kini tengah memetakan sejumlah opsi sebagai langkah antisipasi apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan.
Mondyaboni menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa dasar yang jelas. Sebab, penerapan pembelajaran daring memerlukan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari infrastruktur teknologi, kesiapan tenaga pendidik, hingga akses siswa terhadap perangkat dan jaringan internet.
“Kami belum mendapatkan kisi-kisi atau gambaran awal dari pusat. Jadi semua masih dalam tahap menunggu,” katanya.













