“Masih ada angkot, Teman Bus dan LRT sebagai moda transportasi lainnya,” ujar Aprizal, Rabu (5/1/2022).
Keberadaan angkutan umum dengan rute yang berbeda-beda, ini menurut Aprizal menjadikan masyarakat masih banyak pilihan.
Aprizal menyebutkan, ada 13 jalur angkot yang berdampingan dengan LRT.
Antara lain, rute KM 5 – Ampera, Perumnas-Ampera, Kertapati – Ampera, Lemabang – Ampera.
“Warga bisa memanfaatkan ini, di mana nantinya juga akan ada re-routing (penataan rute) jalur angkot menjadi 6-7 rute yang berdampingan dengan LRT,” jelasnya.
Lalu, akan ada penataan pelayanan bus massal melalui penataan rute (Re-routing) dan peleburan koridor/rute trayek antara BTS dan BRT Transmusi.
“Kondisi saat ini pelayanan BTS ada 4 koridor dan BRT ada 3 koridor. Operator BTS adalah PT. Transmusi Palembang Jaya (TMPJ) merupakan anak Perusahaan PT. SP2J. Operator BRT adalah PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J),” Aprizal menerangkan.
Ia menambahkan, kajian terhadap re-routing bus massal saat ini sedang proses di Direktorat Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Kemungkinan akan ada 5 dan/atau 6 koridor pelayanan bus massal yang akan melayani masyarakat umum dengan sistem subsidi layanan (BTS) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” katanya.
Di Kota Palembang, masih ada 4 koridor BTS yang disubsidi APBN. Yakni rute Terminal Alang-Alang Lebar — Dempo via Soekarno Hatta , Terminal Alang-Alang Lebar — Talang Jambe via Asrama Haji , Asrama Haji — Sako via Nurdin Panji dan Terminal Jakabaring — Terminal Plaju via Tegal Binangun.















