Lahat – Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia dalam kondisi mengenaskan di kebun miliknya sendiri, Rabu (8/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.
Korban diketahui berinisial SA (63), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang sebelumnya dilaporkan hilang selama sepekan oleh pihak keluarga. Penemuan tersebut mengejutkan warga lantaran jasad korban diduga telah dimutilasi dan dimasukkan ke dalam tiga karung terpisah.
Kasus ini semakin memilukan karena terduga pelaku merupakan anak kandung korban sendiri, berinisial AF (23). Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, pelaku diduga nekat menghabisi nyawa ibunya akibat terjerat kecanduan judi online jenis slot.
Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono, menjelaskan bahwa penemuan jasad bermula dari kecurigaan keluarga karena korban tidak terlihat selama kurang lebih satu minggu.
Pencarian pun dilakukan hingga akhirnya pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, saksi berinisial S (49) memperoleh informasi dari warga berinisial R terkait adanya aktivitas penggalian tanah di kebun milik korban. Penggalian tersebut disebut dilakukan atas permintaan seseorang berinisial AF.
“Berdasarkan informasi tersebut, saksi bersama perangkat desa dan warga langsung menuju lokasi dan menemukan sebuah lubang yang telah ditimbun kembali,” ujar Lispono.
Saat lubang tersebut digali ulang, warga menemukan tiga karung plastik yang berisi potongan tubuh manusia yang diduga bagian tubuh korban.
Tim Inafis Polres Lahat bersama personel Polsek Pulau Pinang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Lahat guna dilakukan autopsi.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi mendapati bahwa AF, yang merupakan anak kandung korban, tidak berada di lokasi dan sempat menghilang. Namun dalam waktu kurang dari 12 jam, pelaku berhasil diringkus tim gabungan Satreskrim Polres Lahat bersama Jatanras Polda Sumsel.
Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Muhammad Ridho Pradani, mengungkapkan bahwa pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Pelaku merupakan anak kandung korban sendiri. Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan keterangan lengkap. Untuk modus dan motif masih terus didalami penyidik, dugaan sementara karena judi online,” tegasnya.













