Menjelang Ramadan 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bakal melakukan pemetaan stok pangan untuk memastikan warga memenuhi kebutuhan belanja selama Lebaran.
Hal ini dikatakan oleh Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, saat Rilis Resmi Statistik Inflasi di Kantor BPS Kota Palembang pada Senin 5 Januari 2026.
“Kita ingin agar masyarakat menjalankan ibadah puasa dan kondisi pasar sudah normal kembali kerjasama dengan daerah penghasil yang surplus akan terus kita pacu agar belanja masyarakat tetap efisien,” kata dia.
Sebelumnya, ia mengatakan bahwa Inflasi year-to-year (yoy) Kota Palembang pada Desember 2025 berada di level 2,92 persen, angka ini tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan November 2025.
Dalam penurunan tersebut terjadi faktor salah satunya kondisi pangan yang berdampak pula pada wilayah bencana.
“Kondisi cuaca dan bencana alam di daerah penghasil telah menyebabkan gagal panen di sektor pertanian dan perikanan. Hal ini berdampak pada stok tangan seperti bawang merah dan daging ayam ras di pasar lokal,” kata dia
Kemudian Isnaini menerangkan ada beberapa langkah strategis yang telah dilakukan untuk terus mengendalikan inflasi daerah diantaranya, menjaga pasokan melalui kerjasama antar daerah untuk mendatangkan stok dari daerah yang tidak terdampak bencana.
“Intervensi harga melalui operasi pasar, pasar murah dan pemberian subsidi juga akan dilakukan. Lalu melakukan rehabilitasi jalan dan revitalisasi pasar untuk memastikan rantai pasok tidak terhambat,” ujar Isnaini.
Ia memastikan Ramadan tahun ini, tidak ada lagi kenaikan atau kelangkaan pangan untuk warga Palembang.













