Palembang — Insiden kekerasan bersenjata tajam kembali mencoreng rasa aman warga Kota Palembang. Bentrokan dua kelompok yang terjadi di kawasan padat aktivitas, tepatnya di depan Palembang Square (PS) Mal, Jalan Angkatan 45, menjadi alarm serius soal maraknya premanisme jalanan di ruang publik.
Peristiwa yang berlangsung di tengah lalu lintas ramai tersebut tak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga menyisakan korban luka parah. Seorang pria bernama M. Billy Putra Pratama (31) harus dilarikan ke rumah sakit usai menjadi sasaran serangan brutal menggunakan senjata tajam.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan menegaskan bahwa aparat tidak akan mentoleransi aksi kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat. Ia memastikan, kasus ini menjadi prioritas utama jajarannya.
“Ini bentuk premanisme yang meresahkan. Kami serius menangani perkara ini dan memastikan semua yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Sonny, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, penyelidikan tengah dilakukan secara intensif. Tim di lapangan telah mengantongi identitas sejumlah pelaku, meski polisi masih menahan diri untuk mengungkap detail demi menjaga efektivitas pengembangan kasus.
Menariknya, bentrokan ini tidak berdiri dari satu laporan sepihak. Kedua kelompok yang terlibat diketahui sama-sama melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kondisi ini membuat penyidik harus ekstra cermat dalam mengurai duduk perkara dan motif di balik bentrokan berdarah tersebut.
“Kami mendalami keterangan dari semua pihak. Tidak ada keberpihakan, semua akan kami lihat secara objektif,” tegas Sonny.
Sementara itu, korban Billy saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS AK Gani. Ia mengalami luka bacok di kepala dan lengan, dua luka tusuk di paha kiri, serta cedera berat pada jari tangan hingga menyebabkan satu jari putus dan satu lainnya nyaris terputus.













