Menu

Mode Gelap

News

Kolaborasi Akademisi dan Global, Sumsel Tancap Gas Tekan DBD Lewat Program Vaksinasi Anak

badge-check


Kolaborasi Akademisi dan Global, Sumsel Tancap Gas Tekan DBD Lewat Program Vaksinasi Anak Perbesar

PALEMBANG – Sumatera Selatan resmi memulai babak baru dalam penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan ditetapkannya daerah ini sebagai proyek percontohan nasional pemantauan aktif pencegahan dengue pada anak Sekolah Dasar.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut yang sejalan dengan target besar Pemprov Sumsel, yakni mewujudkan “Sumsel Nol DBD Tahun 2030”.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI), Mgs. Irsan Saleh beserta jajaran, di Ruang Tamu Gubernur, Senin (12/1/2026).

Gubernur Herman Deru menilai, pendekatan berbasis vaksinasi dan pemantauan aktif merupakan langkah maju dalam pengendalian DBD yang selama ini masih menjadi masalah kesehatan serius.

“DBD tidak memandang usia maupun status sosial. Inisiatif vaksinasi ini tentu menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya para orang tua,” kata Herman Deru.

Ia menegaskan, Pemprov Sumsel siap mendukung penuh, baik dari sisi kebijakan maupun koordinasi lintas pemerintah daerah, demi memastikan pelaksanaan berjalan aman dan tepat sasaran.

Program ini menyasar 5.000 siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Kota Palembang yang berada di 10 wilayah Puskesmas dengan tingkat kasus DBD tertinggi.

Kolaborasi strategis menjadi kekuatan utama program ini, dengan melibatkan FK UNSRI dan FK Universitas Indonesia sebagai pelaksana teknis, Takeda GmbH sebagai penyedia hibah vaksin, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Palembang sebagai pelaksana lapangan.

Dekan FK UNSRI, Prof. Irsan Saleh, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan vaksin, tetapi juga melakukan pemantauan aktif untuk menilai dampak vaksinasi terhadap penurunan kasus dengue.

“Setiap peserta akan mendapatkan pengawasan medis selama 24 jam pasca-vaksinasi melalui jejaring medis yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program telah dimulai sejak 10 Desember 2025 dan akan terus berjalan hingga seluruh target terpenuhi.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis ilmiah ini, Sumatera Selatan optimistis mampu menjadi role model nasional dalam pengendalian DBD serta menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan terlindungi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pria di Muba Tewas Dibunuh Perampok, Mayatnya Disimpan di Tandon Air

20 Januari 2026 - 18:40 WIB

Tak Teken Kontrak, Dua Kades Terancam Dipecat Tidak Hormat dari PPPK Paruh Waktu

20 Januari 2026 - 18:20 WIB

Kasus HIV/AIDS di Sumsel Turun, Tapi Palembang Masih Jadi Episentrum Penularan

20 Januari 2026 - 18:00 WIB

Eks Wawako Palembang dan Suaminya Dituntut Penjara 8,5 Tahun di Kasus Korupsi PMI

20 Januari 2026 - 17:40 WIB

Disnakertrans Muba Gandeng PPSDM Migas Cepu, Perkuat SDM Lokal Sektor Energi

20 Januari 2026 - 16:34 WIB

Trending di News