Palembang – Produksi batu bara Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menembus angka 100 juta ton pada 2025. Namun capaian tersebut belum mampu mendekati target nasional yang dipatok Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hingga awal November, realisasi produksi baru mencapai 108,45 juta ton, tertinggal cukup jauh dari target 164,27 juta ton.
Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas ESDM Sumsel, Armaya Sentanu Pasek, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara karena data dua bulan terakhir belum sepenuhnya terhimpun. Meski demikian, ia mengakui kemungkinan lonjakan produksi di akhir tahun tetap terbatas.
“Untuk sisa waktu yang ada, paling tidak bisa menyamai capaian tahun 2024 di angka sekitar 113 juta ton,” ujarnya.
Secara wilayah, produksi batu bara Sumsel masih didominasi dua daerah utama. Kabupaten Lahat dan Muara Enim menjadi tulang punggung dengan total kontribusi sekitar 85 juta ton. Lahat menyumbang sekitar 43 juta ton, disusul Muara Enim 42 juta ton.
Daerah lain menyusul dengan volume lebih kecil, seperti Musi Banyuasin (Muba) sebesar 12,9 juta ton, Musi Rawas Utara (Muratara) 8,5 juta ton, Banyuasin 4,85 juta ton, serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) yang masing-masing berada di kisaran 900 ribu ton.
Menurut Tanu, salah satu faktor utama yang menahan laju produksi adalah persoalan angkutan batu bara. Pembatasan hingga penutupan jalan umum, akibat penolakan masyarakat, membuat distribusi hasil tambang tidak berjalan optimal.
“Angkutan tidak leluasa melintas. Ada penutupan jalan karena dampak kerusakan infrastruktur, kecelakaan lalu lintas, sampai kejadian jembatan ambruk,” jelasnya.
Situasi tersebut membuat sejumlah perusahaan tambang harus menahan produksi atau menyesuaikan ritme operasi, sehingga berdampak langsung pada capaian tahunan.
Sementara untuk tahun 2026, Tanu menyebut pemerintah daerah masih menunggu penetapan target resmi dari Kementerian ESDM. Namun, proyeksi awal menunjukkan angka target kemungkinan tidak jauh dari realisasi saat ini.
“Perkiraannya masih di kisaran 100 juta ton,” katanya.
buatkan deskripsi sesuai META dan 150 karakter kata













