Istilah Skin Barrier kian populer dan sering dibahas oleh para dokter kulit dalam berbagai kanal edukasi. Skin Barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berperan penting sebagai pelindung alami dari polusi, bakteri, serta paparan sinar ultraviolet.
Dokter kulit kerap menegaskan bahwa kondisi Skin Barrier menjadi fondasi utama kesehatan kulit. Bila lapisan ini terganggu, berbagai masalah kulit akan lebih mudah muncul.
“Banyak pasien datang dengan keluhan jerawat, perih, atau kemerahan. Setelah ditelusuri, akar masalahnya bukan di produknya, tapi Skin Barriernya sudah rusak,” ujar dr. Kamilah Jaidi.
Menurut dr. Kamilah, yang merupakan dokter estetika, mengungkap tanda Skin Barrier bermasalah sering kali ditandai kulit terasa cekit-cekit, mudah merah, dan tidak cocok dengan produk yang sebelumnya aman.
“Kalau sudah seperti itu, jangan tambah produk dulu. Justru kembali ke skincare dasar,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan dalam diskusi Wardah Science Powered Skin Talks. Dalam podcast tersebut, salah satu dokter kulit menjelaskan bahwa Skin Barrier berfungsi seperti “tembok bata”.
“Bayangkan kulit itu seperti tembok. Kalau semennya rusak, air dan kuman gampang masuk. Nah, semennya itu adalah Skin Barrier,” jelasnya.
Sementara itu, dr. Teuku Adifitrian Sp.KK atau yang akrab dikenal sebagai dr. Tompi, dalam beberapa podcast kesehatan kulit menyoroti kebiasaan perawatan berlebihan yang justru merusak kulit.
“Banyak orang merasa makin sering eksfoliasi makin bagus. Padahal, terlalu sering itu malah bikin Skin Barrier menipis dan kulit jadi sensitif,” kata dr. Tompi.
Ia menegaskan bahwa kulit tidak membutuhkan terlalu banyak tahapan perawatan.
“Skincare itu tidak perlu ribet. Yang penting bersih, lembap, dan terlindungi,” ujarnya.
Penyebab Skin Barrier Rusak
Para dokter sepakat bahwa kerusakan Skin Barrier dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti penggunaan produk dengan bahan keras, eksfoliasi berlebihan, paparan sinar matahari tanpa sunscreen, serta gaya hidup yang kurang sehat.
“Kalau kulit sering perih saat pakai produk apapun, itu alarm. Artinya *skin barrier* kamu sedang bermasalah,” ujar dr. Tompi dalam salah satu sesi podcastnya.
Cara Menjaga Skin Barrier
Untuk menjaga Skin Barrier tetap sehat, para dermatolog merekomendasikan langkah sederhana, antara lain menggunakan pembersih wajah yang lembut, membatasi eksfoliasi, rutin memakai pelembap, serta tidak melewatkan sunscreen.
“Merawat Skin Barrier itu bukan soal cepat glowing, tapi soal kulit kuat dalam jangka panjang,” tutup dr. Kamilah.
Dengan semakin banyaknya edukasi dari para dokter kulit di platform digital, masyarakat diharapkan lebih memahami bahwa kulit sehat dimulai dari Skin Barrier yang terjaga dengan baik.












