Mengenal Sosok Prof.H.Abdul Ghanie Sindang. MA, Putra Asli Empat Lawang

0
Teks Foto: Terlihat Kepala Desa Muara Timbuk Jaka Hartopo (Baju Hitam, red) saat menemani masyarakat melakukan pemasangan plang nama sosok tokoh asli Putra Daerah Empat Lawang. Ist

Urban ID - Prof. H.Abdul Ghanie Sindang, MA, terdengar aktab ditelinga masyarakat Sumsel dan Empat lawang khususnya. Namun untuk kalangan mileneal banyak yang tidak mengenal salah satu sosok putra terbaik Empat Lawang. Merupakan putra asli Desa Muara Timbuk, Kecamatan Muara Pinang ini.

Perlu diketahui bersama bahwasanya Prof. H.Abdul Ghanie Sindang, MA merupakan ayah kandung dari dokter ahli jantung kenamaan di kota yang berjuluk kota Pempek (Palembang, Sumatera Selatan) yakni Prof. Dr.H.Ali Ghanie, sepesalis ahli jantung terkenal di kota berjuluk Kota Pempek (Palembang,Sumatera-Selatan).

Sekilas mengulas sosok putra terbaik Empat Lawang yakni Prof. H.Abdul Ghanie Sindang, MA. Beliau terlahir di desa Muara Timbuk, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang tepatnya (04/01/1911). diusianya yang masih belasan tahun dengan segala keterbatasan pergi merantau ke Mekkah. Beberapa tahun kemudian bersama beberapa teman lanjut ke Cairo akhirnua menempuh masuk Kuliah di Al Azhar University jurusan Pendidikan dan Syariah. Dengan bermodalkan beasiswa dari pemerintah Egypt dan pada tahun 1942. Kemdian beliau (Prof. H.Abdul Ghanie Sindang, MA,red)menikah dengan wanita asli Cairo yakni Amina binti M.Amin. Setamat dari pendidikan pada tahun 1949 bersama sahabatnya Prof. Toha Yahya Umar, MA ditugaskan oleh Al Azhar untuk menjadi misi agama Islam di Phillipine khususnya dikalangan suku Moro. Dan berhasil mendirikan beberapa sekolah didaerah Mindanau dan mendapat gelar Profesor, setelah bertugas di Phillipine selama Enam tahun tepatnya pada tahun 1955 mengajukan permohonan untuuk pulang ke Indonesia dan memutuskan hubungan kerja dengan Al Azhar. Setibanya di Indonesia untuk pertama kali ditugaskan menjadi guru PGAAN di Solo, sambil mengajar di Universitas Tjokroaminoto. Karena didorong oleh keinginan kuat untuk mengabdi di kampung halaman tepatnya dibulan Agustus 1957 dipindahkan ke Palembang menjadi Direktur PGAAN di Palembang. Dari situ bersama beberapa teman, keluarga dan pejabat-pejabat daerah Beliau merintis berdirinya Institute Agama Islam di Palembang dan menjadi rektor pertama. Namun memang pepatah “Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih” baru saja 1 tahun 3 bulan tinggal di tanah kelahiran, Palembang beliau berpulang menghadap Allah SWT, ( 22 /12/1958). Beliau meninggalkan seorang isteri dan Enam orang anak dan Satu orang masih dalam kandungan.

Mungkin sekilas saja profile dari salah seorang sosok kenamaan yang merupakan putra asli Empat Lawanf yang berasal dari Desa Kecil yakni desa Muara Timbuk.

Untuk mengenang jasa serta pengabdian beliau terhadap tanah kelahirannya. Serta untuk bisa dijadikan Suritauladan bagi semuanya terutama untuk kalangan generasi Milenial. Shhingga para tokoh masyarakat, agama dan pemuda di wilayah Kabupaten Empat Lawang sepakat nama beliau disematkan untuk menjadi nama Jalan di desa Muara Timbuk yakni Jln.PROF, H.ABDUL GHANIE SINDANG.

Menanggapi hal tersebut Kades Desa Muara Timbuk, Jaka Hartopo. Menuturkan, pihaknya menyambut baik terobosan tersebut. Selain itu juga sudah sewajarnya nama salah satu tokoh dan putra asli desa Muara Timbuk dijadikan sebagai nama jalan. Hal itu merupakan salah satu penghargaan untuk mendiang lamrhum Prof.H.Abdul Ghanie. Dan yang tak kalah pentingnya juga khususnya bagi generasi muda bisa dijadikan sebagai panutan dan suritauladan. Untuk berkompetisi dalam hal prestasi kedepannya. Sebab sari profile singkat beliau terlihat jelas kondisi sulit bukanlah halangan dalam mencapai satu keberhasilan.

“Sebagai kepala Desa menyambut baik ataa langkah dan ide ini. Dan dengan begitu kita semua bisa tau dan terkenang akan jasa besar salah satu putra terbaik dari Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini,” ungkapnya (Ben)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here