Muratara — Viral video menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berjamur di Musi Rawas Utara berbuntut panjang. Seorang orang tua siswa berinisial MH kini harus berurusan dengan kepolisian setelah dilaporkan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Laporan tersebut dilayangkan lantaran unggahan di media sosial dinilai menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, sekaligus mencoreng reputasi penyelenggara program MBG. Kepala SPPG Sungai Jauh Muratara, Priban Siswanto, menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurut Priban, makanan yang tampak berjamur dalam video bukan menu yang dibagikan kepada siswa pada hari unggahan dilakukan. Ia menyebut video tersebut direkam dari sisa menu lama yang tidak langsung dikonsumsi dan disimpan di kotak makan pribadi siswa selama beberapa hari.
“Menu yang diviralkan itu bukan menu hari itu. Berdasarkan penelusuran kami dan keterangan pihak sekolah, makanan tersebut merupakan menu Sabtu sebelumnya yang dibawa pulang dan tersimpan cukup lama,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa meski terdapat kesamaan jenis menu pada hari tertentu, komposisi olahan tetap berbeda. Hal inilah yang menurutnya menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak mencerminkan menu MBG yang disajikan saat video itu viral.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan dan pemanggilan terhadap pemilik akun media sosial yang mengunggah video tersebut. Kanit Pidsus Satreskrim Polres Muratara, IPDA Hendra, mengatakan klarifikasi dari semua pihak masih terus dikumpulkan.
“Kami sudah meminta keterangan dari pihak SPPG dan hari ini memanggil pemilik akun untuk dimintai penjelasan terkait tujuan unggahan video tersebut,” kata Hendra.
Dari hasil awal pemeriksaan, polisi memperoleh informasi bahwa makanan dalam video bukan berasal dari distribusi MBG pada hari itu, melainkan menu beberapa hari sebelumnya yang baru dibawa pulang.













