Menu

Mode Gelap

News

Palembang Dilanda Hujan Ekstrem 30 Tahun Terakhir, 15 Titik Banjir

badge-check


Palembang Dilanda Hujan Ekstrem 30 Tahun Terakhir, 15 Titik Banjir Perbesar

Kota Palembang, Rabu malam (3/10/2022) hingga Kamis pagi diguyur hujan selama 8 jam.

Ternyata, tergenangnya beberapa titik di kota Palembang di akibatkan oleh hujan ekstrem tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak.

“Masyarakat harus tahu, banjir ini terjadi karena hujan deras selama 8 jam. Hujan deras yang mengguyur Palembang sejak Rabu sore hingga malam hari yang terakumulasi pada Kamis pagi (6/10/2022) dengan curah hujan mencapai 188.7 mm. Ini adalah curah hujan ekstrem tertinggi pada setiap bulan Oktober selama 30 tahun terakhir,” Bastari menerangkan, Kamis (6/10/2022).

Ia mengatakan, sejak Rabu malam dirinya sudah turun ke lapangan untuk melihat beberapa titik banjir di Palembang.

Menurut Bastari, banjir yang bahkan setinggi betis orang dewasa di beberapa titik karena air Sungai Musi juga lagi pasang.

“Bahkan puncaknya 3,5 meter, inilah yang menyebabkan beberapa titik mengalami banjir,” katanya.

Bastari mengimbau agar masyarakat waspada, jika hujan lebat turun akan banyak terjadi genangan.

“Persoalan banjir ini bukan tanggung jawab Pemkot Palembang saja. Tapi, tugas semua, seperti Pemprov Sumsel, BPPD Sumsel, dan stakeholder lainnya,” ujar Bastari.

Ia melanjutkan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah titik tergenang atau banjir.

“Dalam pantauan kami ada 15 titik genangan,” kata Bastari.

Ia merinci, 15 titik itu yakni di Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Radial, Simpang 5 Palembang Icon, Jalan Sultan Mansur Perumahan Mutiara, Jalan Sultan Mansur perumahan Permata.

Kemudian di Simpang Polda, Jalan Azhari, di Lampu Merah Bina Dharma, Jalan Gub. H. Bastari, Rumah Sakit Siti Fatimah

Selanjutnya, di kawasan PTC, Simpang Patal, depan Hotel Harper, Jalan Ryacudu, Jl. Letnan Simanjuntak, dan kolam retensi Siti Khadijah.

Sementara itu, berdasarkan data dari BMKG Sumatera Selatan, curah hujan harian pada 6 Oktober 2022 berada pada ranking kedua tertinggi. Curah hujan terbesar pertama adalah 215 mm yang terjadi pada 5 Maret 2002.

Potensi terjadinya hujan ekstrem pada Oktober 2022 telah dirilis oleh Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan melalui Peringatan Dini Iklim Ekstrem pada akhir September lalu.

Masih menguatnya La Nina dan IOD negatif yang mendorong peningkatan curah hujan selama musim hujan 2022/2023 dan fenomena cuaca skala sinoptik dan lokal merupakan faktor-faktor pendorong terjadinya hujan ekstrem tersebut.

Peringatan dini skala harian telah dirilis oleh Stasiun Meteorologi SMB II Palembang sejak tanggal 2 Oktober 2022.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berenang Seberangi Sungai untuk Menjenguk Cucu, Kakek di OKU Timur Hilang

14 Maret 2026 - 15:58 WIB

Patroli Raicet Polda Sumsel Tekan Kemacetan di Jalur Palembang–Betung, Truk Sumbu 3 Ditertibkan

14 Maret 2026 - 13:40 WIB

BRI Peduli Berbagi Bahagia, BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat dan Panti Asuhan

14 Maret 2026 - 11:36 WIB

Sidak BGN di OKU Timur Temukan Dapur MBG Dekat Kandang Sapi dan Walet, Operasional Terancam Disetop

14 Maret 2026 - 11:30 WIB

143,9 Juta Orang Diprediksi Akan Bepergian Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 11:05 WIB

Trending di News