Menu

Mode Gelap

News

Periode Maret, Nilai Impor Sumsel Naik

badge-check


Periode Maret, Nilai Impor Sumsel Naik Perbesar

Pada periode Maret 2019, nilai impor Sumatera Selatan sebesar 56,78 juta US Dolar atau naik sebesar 58,92 persen jika dibandingkan bulan Februari 2019. Berbeda jika di runut dari periode Januari – Maret 2019, dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (Januari – Maret 2018) nilai impor Sumsel justru mengalami penurunan dari 203,56 juta US Dolar menjadi 126,41 juta US Dolar atau turun sebesar 37,90 persen.

Kepala Badan Pusst Statistik Sumsel Endang Sri Wahyuningsih mengatakan jika naiknya nilai impor pada Maret 2019 sebesar 58,92 persen dibanding Februari 2019 dikarenakan meningkatnya nilai impor non migas sebesar 61,17 persen dan impor migas mengalami peningkatan sebesar 5,41 persen.

“Selama Maret 2019, nilai impor nonmigas Sumatera Selatan mencapai US$ 55,26 juta naik sebesar US$ 20,97 juta (61,17 persen) dibandingkan dengan impor non migas Februari 2019,” kata Endang, Minggu (5/5).

Kelompok barang impor utama yang mengalami peningkatan dari sektor non migas yaitu benda-benda dari besi dan baja naik sebesar US$ 8,57 juta, bubur kayu / pulp naik sebesar US$ 7,03 juta, mesin/peralatan listrik sebesar US$ 3,71 juta, kendaraan dan bagiannya naik sebesar US$ 3,63 juta, benda-benda dari batu, gips dan semen naik sebesar US$ 1,04 juta, bahan kimia anorganik naik sebesar US$ 650,58 ribu, kayu dan barang dari kayu naik sebesar US$ 367,83 ribu, barang dari plastik naik sebesar US$ 282,66 ribu.

“Secara keseluruhan sepuluh golongan utama impor nonmigas Sumatera Selatan pada Maret 2019 mengalami peningkatan sebesar US$ 19,91 juta dibandingkan dengan bulan Februari 2019,” jelasnya.

Untuk Tiga Negara asal impor utama yaitu Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$ 48,64 juta, diikuti Malaysia dengan nilai impor US$ 13,70 juta dan Kanada dengan nilai impor mencapai US$ 13,57 juta.

“Menurut pengelompokan wilayah, impor Sumatera Selatan sebesar US$ 24,59 juta (19,46 persen) berasal dari negara ASEAN dan US$ 17,34 juta (13,72 persen) berasal dari negara-negara Uni Eropa,” tukasnya. (bo)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemendikdasmen Keluarkan Kebijakan Pembelajaran Bagi Sekolah Terdampak Bencana

6 Januari 2026 - 22:20 WIB

Penyebab Banjir Bandang di Aceh Tamiang Diselidiki

6 Januari 2026 - 21:21 WIB

Polri Tegaskan Isu Pemerasan Kombes Pol Julihan Hoaks

6 Januari 2026 - 20:46 WIB

Inflasi Palembang pada 2025 Tembus 2,92%

6 Januari 2026 - 19:51 WIB

Jelang Ramadan, Pemkot Lakukan Pemetaan Stok Pangan

6 Januari 2026 - 19:46 WIB

Trending di News