Palembang– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Muhammad Affan Prapanca, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar akan kembali berjalan normal pada 30 Maret 2026. Kepastian ini disampaikan meski muncul wacana kebijakan Work From Home (WFH) yang tengah dibahas pemerintah pusat.
Affan juga memastikan tidak ada perubahan jadwal masuk sekolah untuk jenjang SD dan SMP. Seluruh siswa tetap diwajibkan kembali ke sekolah sesuai kalender pendidikan yang telah ditetapkan.
“Untuk siswa SD dan SMP di Kota Palembang tetap masuk sekolah sesuai jadwal, yaitu tanggal 30 Maret. Belum ada perubahan,” ujar Affan.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan resmi terkait penerapan WFH yang berpotensi berdampak pada sektor pendidikan. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kota Pakem memilih tetap menjalankan sistem pembelajaran tatap muka seperti biasa.
Menurut Affan, wacana WFH memang sedang dibahas sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional. Namun, implementasinya di dunia pendidikan masih belum memiliki kejelasan teknis.
“Untuk kebijakan WFH itu memang ada pembahasan, tetapi untuk siswa kami masih menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti kebijakan yang nantinya ditetapkan oleh pemerintah pusat, termasuk jika ada perubahan sistem pembelajaran.
“Pada prinsipnya kami siap menjalankan kebijakan dari pusat. Saat ini tinggal menunggu regulasi resminya,” tegasnya.
Sementara itu, Affan mengimbau sekolah, guru, dan orang tua untuk terus memantau informasi resmi guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kebijakan secara cepat. Di sisi lain, masa libur Lebaran dinilai sudah cukup panjang, sehingga siswa diharapkan kembali bersekolah tepat waktu tanpa menambah libur secara mandiri.
Dengan demikian, aktivitas pendidikan di Palembang dipastikan kembali berjalan normal pada akhir Maret, sembari menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah pusat terkait kebijakan WFH dan kemungkinan penyesuaian sistem pembelajaran.













