Palembang — Posisi runner-up klasemen wilayah barat Pegadaian Championship 2025/2026 tak membuat Sumsel United berpuas diri. Menjelang laga tandang melawan Adhyaksa FC di Banten, Sabtu (17/1/2026), tim berjuluk Laskar Juaro justru memusatkan perhatian pada pembenahan internal, khususnya mental dan ketenangan bermain.
Pelatih Sumsel United, Nil Maizar, menilai kemenangan dramatis atas PSPS Pekanbaru pada pekan lalu menyisakan catatan penting. Meski meraih tiga poin, timnya sempat tertinggal lebih dulu dan kebobolan dua gol yang dinilainya terlalu mudah.
“Gol-gol itu seharusnya bisa dihindari. Ini soal fokus dan mental. Kami tidak boleh mengulang kesalahan yang sama,” ujar Nil Maizar, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, persoalan mental menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung pada kualitas permainan. Ia melihat beberapa pemain tampil terlalu tegang, sehingga kehilangan kontrol bola dan membuat keputusan terburu-buru di lapangan.
“Pemain harus lebih tenang, tidak boleh tegang berlebihan. Kalau terlalu tegang, kontrol bola hilang dan permainan jadi kacau,” katanya.
Selain aspek mental, staf pelatih juga menyoroti kondisi fisik dan konsistensi performa tim. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar Sumsel United tampil lebih solid saat menghadapi Adhyaksa FC, yang dikenal memiliki permainan disiplin di kandang.
Nilmaizar menegaskan perbaikan dilakukan tanpa mengubah kerangka utama tim. Ia memilih membenahi kekurangan yang ada ketimbang merombak total strategi.
“Yang kurang kita perbaiki, bukan diganti. Kita jahit yang robek supaya lebih rapi dan kuat. Saya percaya pemain punya kemampuan untuk berkembang,” tegasnya.













