Menu

Mode Gelap

Sport

Kursi Stadion Rusak Usai Laga Panas, Sriwijaya FC Kena Tagihan Rp16 Juta

badge-check


Para suporter Sriwijaya FC saat turun ke lapangan. Foto : Istimewa Perbesar

Para suporter Sriwijaya FC saat turun ke lapangan. Foto : Istimewa

RELUNG.ID — Manajemen Sriwijaya FC (SFC) diminta ganti rugi sebesar 16 juta oleh Manajemen PT Jakabaring Sport City (JSC) atas kerusakan fasilitas Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang diakibatkan pasca kericuhan suporter saat pertandingan laga lanjutan Liga 2 pada hari Sabtu (24/1/2026).

Pengelola JSC Palembang, Afriandi, mengatakan bahwa kursi penonton dan akrilik stadion rusak akibat ulah suporter setelah pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Sumsel United, Sabtu (24/1/2026).

“Total kerusakan yang kami hitung mencapai Rp 16 juta. Nilai tersebut sudah kami sampaikan secara resmi kepada manajemen Sriwijaya FC,” katanya, Senin (2/2/2026).

Terjadinya kericuhan di Stadion Gelora Sriwijaya membuat aset dan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan menjadi rusak, yang semestinya hal tersebut harus dijaga bersama.

“Peristiwa ini tentu sangat kita sesalkan. Stadion ini adalah aset bersama, sehingga sudah sepatutnya semua pihak ikut menjaga,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati antara pengelola stadion dan pihak klub.

“Untuk kejadian ini, kami akan meminta pertanggungjawaban dari manajemen Sriwijaya FC sesuai dengan PKS yang berlaku antara JSC dan SFC,” jelasnya.

Manajemen Sriwijaya FC langsung dihubungi oleh pihak JSC tak lama setelah insiden terjadi. Dalam komunikasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pendataan serta estimasi kerusakan fasilitas stadion.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen SFC. Saat ini kami melakukan pendataan dan penghitungan estimasi biaya kerusakan akibat kericuhan tersebut,” katanya.

Afriandi berharap kejadian tersebut tidak terjadi kembali di masa mendatang dan memberi himbauan untuk seluruh pihak mulai dari klub, panitia pelaksana, hingga suporter agar menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan bersama-sama.

“Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu, bukan menimbulkan kerugian dan konflik. Kami berharap ke depan semua pihak bisa lebih dewasa dan bertanggung jawab,” tutupnya.

 

Artikel ditulis oleh Efry Mahasiswa Magang di Urban Id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Apresiasi Kapolda Sumsel Cup VI, Dorong Lahirnya Bibit Atlet Bulutangkis Berprestasi

6 Juli 2026 - 10:15 WIB

Buka Fun Game Mini Soccer IJTI Sumsel 2026, Ratu Dewa Ajak Jurnalis Perkuat Solidaritas

4 Juli 2026 - 12:14 WIB

Sambut HUT Palembang ke-1343, Ribuan Pelari dari 140 Daerah Ramaikan Mandiri Ampera Tourism Run

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

PS Palembang Tekuk PS Lubuklinggau 6-0 Pada Laga Perdana Piala Soeratin U-15 Sumsel 2026

26 Juni 2026 - 18:49 WIB

Nova Arianto Panggil Dua Pemain Sumsel United untuk Seleksi Timnas Indonesia U-20

26 Juni 2026 - 11:00 WIB

Trending di Sport