Sahur menjadi salah satu momen penting dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Asupan makanan dan minuman saat sahur berperan besar dalam menentukan kondisi tubuh sepanjang hari, mulai dari tingkat energi, konsentrasi, hingga daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pemilihan menu sahur yang tepat tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Menu sahur sebaiknya mengandung gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta cairan yang cukup. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, oatmeal, atau roti gandum utuh dianjurkan karena dicerna lebih lambat sehingga dapat menjaga energi tubuh lebih stabil dan mencegah rasa lapar datang terlalu cepat.
Protein juga menjadi komponen penting dalam menu sahur. Sumber protein seperti telur, ayam tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe dapat membantu menjaga massa otot serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Sementara itu, lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun dapat menjadi sumber energi tambahan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Tak kalah penting, konsumsi sayur dan buah saat sahur sangat dianjurkan. Kandungan serat pada sayuran hijau, wortel, tomat, serta buah-buahan seperti apel, pisang, dan pepaya dapat membantu melancarkan pencernaan serta menjaga kesehatan usus selama puasa.
Dokter Kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa sahur bukan sekadar mengisi perut, melainkan tentang kualitas asupan makanan. Menurutnya, banyak orang masih keliru dengan memilih makanan tinggi gula dan lemak saat sahur.
“Sahur itu bukan soal makan banyak, tapi makan tepat. Fokus ke karbohidrat kompleks yang slow release energy, ditambah protein dan sayur. Kalau kebanyakan gorengan atau makanan manis, tubuh justru cepat lemas dan gampang haus,” kata dr. Tirta.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melewatkan sahur, karena dapat berdampak pada penurunan stamina dan konsentrasi saat beraktivitas. Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengatur pola minum saat sahur guna mencegah dehidrasi.
“Air putih itu penting. Jangan cuma satu gelas, tapi bertahap. Kurangi kopi atau teh berlebihan saat sahur karena bisa memicu dehidrasi,” ujarnya.
Para ahli kesehatan juga menyarankan untuk menghindari makanan terlalu asin dan pedas saat sahur, karena dapat meningkatkan rasa haus di siang hari. Sebagai gantinya, makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang lebih dianjurkan agar tetap sehat dan mudah dicerna.













