Ogan Ilir – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Sedikitnya 15 santri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Senin, 9 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh santri harus menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Ar Royan, sementara lainnya mendapatkan perawatan jalan.
Humas Rumah Sakit Ar Royan, Iklim Cahya, membenarkan adanya pasien dengan keluhan gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program MBG.
“Berdasarkan keterangan dokter, ada indikasi salah makan. Alhamdulillah kondisi pasien saat ini mulai membaik,” jelas Iklim.
Mgs Fathan, salah satu santri siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah, menceritakan bahwa ia menyantap MBG sekitar pukul 09.50 WIB. Beberapa jam setelahnya, ia merasakan sakit perut hebat diserta mual dan muntah berkali-kali.
“Setelah beberapa jam perut saya sakit seperti ditarik-tarik, lalu muntah-muntah dan tidak bisa makan lagi,” jelas Fathan saat ditemui di ruang perawatan.
Ibunda Fathan, Yona, mengatakan anaknya sempat muntah hingga delapan kali sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saya kaget dapat kabar anak saya muntah-muntah, minum apa pun keluar lagi,” jelasnya.
Tidak hanya para santri, seorang wali santri juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah ikut mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anaknya. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa gangguan kesehatan dialami akibat makanan dari sumber yang sama.
Sementara itu, Humas Ponpes Al-Ittifaqiah, Ferry Heryadi, menyampaikan pihak pesantren masih melakukan penelusuran terkait penyebab pasti kerjadian tersebut.
“Kami belum memastikan apakah ini keracunan MBG, tapi kasus ini sedang kami telusuri. Dapur penyedia menyatakan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG MBG yang menyiapkan makanan bagi sekitar 2.925 santri di Ponpes Al-Ittifaqiah belum memberikan keterangan kepada wartawan.













