Palembang— Penderita penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kerap khawatir menjalani ibadah puasa karena takut gejala kambuh. Namun dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat, penderita GERD tetap bisa berpuasa dengan aman.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ari Fahrial Syam, dalam salah satu tayangan edukasi di YouTube menjelaskan bahwa puasa justru bisa membantu mengontrol asam lambung apabila dijalani dengan pola makan yang benar.
“Puasa itu sebenarnya memberi waktu istirahat pada lambung. Yang sering jadi masalah bukan puasanya, tapi pola makan saat sahur dan berbuka yang berlebihan,” jelasnya.
Sementara itu, dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Zaidul Akbar juga menekankan pentingnya memilih jenis makanan yang ramah lambung.
“Hindari langsung makan berat dan pedas saat berbuka. Awali dengan yang ringan dan hangat supaya lambung tidak kaget,” ujar dia.
Berikut beberapa tips mencegah GERD saat puasa:
1. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur penting untuk mencegah lambung kosong terlalu lama. Pilih makanan tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama.
“Kalau tidak sahur, asam lambung lebih mudah naik karena lambung kosong terlalu panjang,” terang dr. Ari Fahrial.
2. Hindari Makanan Pemicu
Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain, gorengan, makanan pedas, makanan terlalu asam, kopi dan minuman bersoda serta cokelat berlebihan.
3. Berbuka Secara Bertahap
Saat azan magrib, sebaiknya berbuka dengan meminum air putih hangat lalu dilanjutkan dengan memakan kurma secukupnya.
Hindari langsung makan dalam porsi besar.
“Makan berlebihan saat berbuka membuat tekanan di lambung meningkat,” kata dr. Ari.
4. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Beri jeda minimal 2–3 jam sebelum tidur setelah makan malam atau sahur.
Posisi tidur juga dianjurkan dengan kepala sedikit lebih tinggi untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
5. Kelola Stres
Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung. Aktivitas ibadah seperti salat dan membaca Al-Qur’an dinilai membantu relaksasi selama Ramadan.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, puasa bukan menjadi hambatan, melainkan momentum memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat.













