Menu ✖

Mode Gelap

News

7,2 Ton Dry Ice Disemai di Langit Sumsel untuk Urai Kabut Asap

badge-check


7,2 Ton Dry Ice Disemai di Langit Sumsel untuk Urai Kabut Asap Perbesar

PALEMBANG – Operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice atau karbon dioksida (CO2) padat terus digencarkan di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mengurangi konsentrasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 18 Oktober 2026, sebanyak 7,2 ton dry ice telah disemai melalui sembilan sortie penerbangan.

Upaya ini menjadi bagian dari penanganan kabut asap melalui pendekatan atmosfer, terutama untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di bawah lapisan inversi. Teknologi tersebut diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan jarak pandang, di tengah penanganan karhutla yang juga dilakukan melalui penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) serta pemadaman dari udara.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, pada Minggu (18/10/2026), tim melaksanakan empat sortie OMC menggunakan dua pesawat. Tiga sortie di antaranya menggunakan dry ice, sedangkan satu sortie lainnya menggunakan NaCl.

“Dari tiga kali dry ice, penyemaian yang dilakukan sebanyak 2,4 ton CO2 padat atau masing-masing 800 kg setiap sortie,” ujar Sudirman, Senin (19/10/2026).

Penyemaian dry ice pada hari tersebut difokuskan di wilayah Palembang sebanyak dua sortie dan Banyuasin satu sortie. Sementara itu, penyemaian NaCl dilakukan di sejumlah wilayah yang meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Dari pelaksanaan OMC menggunakan NaCl, tim menerima laporan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sekitar Tol Palembang-Indralaya (Palindra).

“Berdasarkan laporan tim di lapangan, terpantau hujan di area Tol Palindra dengan intensitas ringan-sedang selama lima menit pada pukul 16.35-16.45 WIB,” katanya.

Dry ice ditargetkan selama 10 hari

Sudirman menjelaskan, penyemaian dry ice direncanakan berlangsung selama 10 hari di wilayah Sumsel, terhitung sejak pelaksanaan perdana pada 15 Oktober 2026. Namun, jadwal operasi berikutnya masih menyesuaikan informasi dan kondisi di lapangan.

“Per 18 Oktober, OMC dry ice sudah dilakukan penyemaian sebanyak sembilan sortie dengan menaburkan 7,2 ton dry ice. Untuk pelaksanaan hari ini, kita masih menunggu informasinya,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto menjelaskan, penyemaian dry ice bertujuan memengaruhi kondisi atmosfer agar asap yang terjebak di bawah lapisan inversi dapat bergerak naik dan terurai. Proses tersebut diharapkan membantu meningkatkan jarak pandang mendatar atau visibility.

Menurut dia, dry ice yang digunakan berupa CO2 padat berbentuk bubuk atau pelet berukuran sekitar 3 milimeter. Material tersebut disemai pada lapisan atmosfer yang menjadi sasaran berdasarkan hasil pengamatan kondisi udara, termasuk data radiosonde.

Suhu ekstrem material dry ice, yang disebut mencapai minus 75 derajat Celsius, dimanfaatkan untuk mendinginkan udara secara mendadak. Proses ini ditujukan untuk memengaruhi lapisan inversi yang menahan asap agar pergerakan udara dan penyebaran asap dapat terbantu.

Siswanto menambahkan, teknologi dry ice merupakan salah satu upaya tidak langsung untuk mengurangi dampak polusi udara akibat karhutla. Pelaksanaannya juga menjadi langkah pendahuluan sebelum operasi penanganan karhutla melalui OMC menggunakan NaCl maupun pemadaman dengan helikopter water bombing.

“Selain itu, teknologi dry ice berfungsi sebagai operasi pendahuluan sebelum melaksanakan misi penanganan karhutla berupa OMC menggunakan NaCl atau helikopter waterbombing,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skandal Korupsi e-Katalog Disdikbud Muara Enim: Dua Petinggi PT MSA Dituntut 2 Tahun Penjara

19 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Diancam Pembunuhan, Remaja 15 Tahun di Muara Enim Jadi Korban Bejat Ayah Kandung

18 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Jerat Kejahatan Lingkungan: Satu Direktur Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla Sumsel, 15 Lainnya Disidik

18 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Daya Pikat Jembatan Ampera Antar Palembang Raih Predikat Destinasi Kota Terbaik 2026

18 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Antrean Pengisian BBM di SPBU Bali Berkurang, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Tersedia

18 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Trending di News