Menu

Mode Gelap

News

Diduga Aborsi, Mahasiswi di Palembang Ditemukan Tewas di Dalam Kamar Kosnya

badge-check


Diduga Aborsi, Mahasiswi di Palembang Ditemukan Tewas di Dalam Kamar Kosnya Perbesar

Seorang mahasiswi salah satu universitas swasta di Palembang berinisial UK (23 Tahun), ditemukan tewas dalam kamar kosnya. Korban diduga tewas setelah melakukan aborsi atas kehamilannya.

Kepala Kepolisian Sektor Ilir Barat I Palembang, Kompol Yenny Diarty melalui Kanit Reskrim Iptu Ginting, membenarkan informasi tersebut. Peristiwa itu terungkap setelah adanya laporan mengenai penemuan mayat wanita di kamar kos yang berada di Jalan Sungai Sahang Muhajirin IV, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang, Selasa (7/4) sekitar pukul 07.00 WIB.
“Korban bernisial UK berusia 23 tahun, dan merupakan mahasiswi di salah satu universitas swasta di Palembang,” katanya.
Ginting bilang, saat ditemukan tubuh korban dalam posisi terlentang dan sudah membusuk, masih mengenakan popok dewasa. Hasil pemeriksaan sementara, korban yang tercatat sebagai warga LK 3 Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, itu diduga sudah tewas sekitar tiga hari.
“Tetangga korban awalnya curiga dengan bau busuk yang menyengat dari kamar korban. Selain itu, petugas juga menemukan banyak obat yang berada di sekitar jasad korban,” katanya.
Menurutnya, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kasus tersebut, termasuk menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, Indra Nasution, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan luar di tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Namun, petugas menemukan jaringan yang keluar dari alat kelamin korban.
Awalnya, kata Indra, petugas sempat bingung atas temuan jaringan itu mengingat jasad korban sudah dalam keadaan membusuk dan meninggal sekitar tiga hari. Oleh karena itu, kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Hasilnya ditemukan sisa janin dengan usia sekitar enam sampai tujuh bulan di balik popok yang dikenakan korban. Kami menduga korban tewas setelah mengalami pendaraan karena diduga melakukan aborsi sendiri,” katanya. (jrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 20:41 WIB

Cik Ujang Apresiasi FESyar Regional Sumatera 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berdaya Saing

7 Juni 2026 - 19:17 WIB

Bazar Buku International BBW Books Palembang 2026 Resmi Dibuka, Menunjang Gerakan Literasi Masyarakat

7 Juni 2026 - 09:53 WIB

Logo Layanan Darurat 110 Resmi Ditetapkan, Ini Maknanya

7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Inovasi Budidaya dan Pemberdayaan Masyarakat

6 Juni 2026 - 21:11 WIB

Trending di News