Kementerian Pariwisata/Badan Parekraf RI kepada pelaku/pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang terdampak covid-19 di wilayah Sumatra Selatan, membagikan 10.000 ribu bingkisan sembako gratis, Jumat (12/6) di halaman kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang.
“Sebagaimana kita ketahui sekarang ini berbagai sektor terdampak covid-19, terlebih mereka yang merupakan pelaku parekraf. Oleh sebab itu, hari ini 10 ribu paket sembako kita bagikan gratis kepada pelaku parekraf di Sumsel,” ujar Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizky Handayani.
Dikatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat ini tengah menyusun skema untuk memulihkan kondisi pariwisata di Indonesia yang terdampak pandemik COVID-19. Salah satunya dengan memulihkan kepercayaan calon wisatawan, dan masyarakat agar keluar dari masalah yang ada.
“Pertama kita ingin memulihkan kepercayaan bagaimana menghadapi masa setelah pandemik sebab, situasi saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi seluruh dunia. Kedua marketnya. Di mana saat ini marketnya sakit, destinisinya juga sakit. Untuk itu membangun kepercayaan masyarakat dunia, dan Indonesia penting untuk memulihkan pariwisata,” ungkapnya.
Menurut Rezky Handayani, pihak kementerian Pariwisata belum terpikir untuk melakukan promosi dalam waktu dekat guna memulihkan sektor pariwisata. Pihaknya lebih memilih untuk melakukan kerja bersama masyarakat dalam memulihkan Kepercayaan dan gambaran Indonesia sebagai negara pariwisata yang patuh terhadap protokol kesehatan dalam menatap normal baru.
“Kalau sekarang kita promosi akan percuma. Kita ingin membangun Image agar orang tertarik ke Indonesia. Dunia akan melihat bahwa kita tertib protokol sehingga mereka tertarik untuk datang ke Indonesia,” jelas dia.
Beberapa sektor pendukung pariwisata seperti restoran dan perhotelan sudah kembali menggeliat sejak beberapa wilayah melakukan normal baru. Kondisi ini secara langsung akan berpengaruh mendukung pariwisata Indonesia.
“Restoran dan hotel mulai dibuka tetapi dengan menggunakan protokol kesehatan yang ada. Dalam menyongsong normal baru kita akan berkordinasi dengan BNPB untuk menerima masukkan agar kita satu suara,” ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, untuk mendorong, geliat pariwisata di Sumsel dengan memberikan stimulasi dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Pihaknya juga mendorong pemerintah pusat untuk ikut bersama-sama membantu melakukan perbaikan infrastruktur pariwisata dan promosi agenda pariwisata saat normal baru.
“Ada empat wilayah di Sumsel yang menatap new normal yakni, OKUS, Pali, Empat Lawang dan Pagaralam. OKUS akan kita jadikan wilayah percontohan pariwisata di masa normal baru dengan menyelenggarakan Ranau Gran Fondo, dengan mengundang atlet luar negeri dan Indonesia serta menyerap pecinta sepeda,” ungkap dia.
Deru mengakui, jika persoalan sektor pariwisata di Indonesia saat ini sangat terdampak terutama di Indonesia. Kunjungan wisatawan berkurang drastis dalam tiga bulan terakhir karena ada pengurangan aktifitas sejak social dan physical distancing dilakukan.
“Dari mulai hotel sampai destinasi wisata jeblok di atas 90 persen kunjungan wisata, itu tidak bisa kita pungkiri,” tandasnya.













