Institut Teknologi Bandung (ITB) mengirim alat suling air—alat yang dapat mengubah air keruh menjadi bersih— ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Hal ini diinformasikan setelah salah satu dosen ITB yang mengajar di Prodi Teknik Metalurgi, Imam Santoso, mengunggah video di akun Instagramnya.
Dalam video berdurasi 1 menit tersebut memperlihatkan proses alat suling air bekerja. Air Sungai Tamiang pertama-tama akan disedot lalu diproses untuk memisahkan lumpur.
Tidak sampai di situ, air akan difilter menggunakan filter berlapis dan menghasilkan air yang jernih.
Imam Santoso menjelaskan bahwa alat tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 7 ribu liter perjam dengan 2 liter per detik.
“Alat suling air atau IPA Mobile memiliki kapasitas produksi sebesar 2 liter per detik atau sekitar 7 ribu liter per jam,” tulisnya dalam akun Instagram.
Kemudian, alat ini juga bersifat portable—dapat dipindahkan kemana pun— yang memang dirancang untuk wilayah darurat air bersih.
“IPA Mobile bersifat portabel dan dirancang untuk digunakan di wilayah dengan keterbatasan air bersih. Perangkat ini dikembangkan secara kolaboratif oleh tim lintas keahlian ITB,” pungkasnya.













