Palembang — Kepolisian tidak lagi hanya mengandalkan penertiban semata dalam menjaga keamanan Kota Palembang.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar BA mengungkapkan pendekatan baru berbasis pembinaan sosial untuk menekan pemalakan, balap liar, dan tawuran remaja yang masih kerap terjadi.
Sonny menyebut, sejumlah titik rawan pemalakan telah menjadi perhatian serius aparat. Tiga lokasi utama yang masuk radar kepolisian yakni kawasan Simpang Macan Lindungan, Musi 2, hingga Nilakandi.
“Ini menjadi atensi kami. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi yang lebih menyeluruh,” ujar Sonny, Senin (19/1/2026).
Alih-alih hanya melakukan penangkapan, Polrestabes Palembang memilih pendekatan pemberdayaan. Menurut Sonny, sebagian pelaku pemalakan didorong oleh faktor ekonomi dan keterbatasan keterampilan.
“Mereka pada dasarnya butuh makan dan kehidupan. Bukan berarti dibenarkan, tapi harus dicarikan jalan keluar,” jelasnya.
Sebagai solusi, kepolisian bersama Pemerintah Kota Palembang berencana menyalurkan para pelaku ke program pelatihan keterampilan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah kerja sama dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), agar mereka memiliki pekerjaan yang legal dan berkelanjutan.
Di sisi lain, untuk menekan balap liar, kepolisian berencana memfasilitasi hobi otomotif anak muda melalui ajang drag race resmi yang digelar secara rutin.
“Kami rencanakan sebulan bisa satu atau dua kali. Jadi kemampuan mereka tersalurkan, tidak lagi di jalan umum,” kata Sonny.












