Menu

Mode Gelap

News

Cekcok di Warung Berujung Maut, Ayah dan Anak di Ogan Ilir Keroyok Tetangganya

badge-check


Dua pelaku pengeroyokan. Foto : Istimewa Perbesar

Dua pelaku pengeroyokan. Foto : Istimewa

Ogan Ilir – Perselisihan sepele yang bermula dari adu mulut di sebuah warung berubah menjadi tragedi berdarah di Desa Talang Balai Lama. Seorang pria bernama Heru Sepianto (39) tewas setelah dikeroyok dua tetangganya sendiri, yang diketahui merupakan ayah dan anak, pada Senin malam (16/2/2025).

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, konflik dipicu cekcok antara korban dan pelaku Mukhlis (45). Adu argumen yang semula terjadi secara verbal itu memanas hingga berujung saling tantang.

Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, mengungkapkan bahwa emosi pelaku tidak mereda setelah cekcok tersebut. Mukhlis justru pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis parang. Tak sendiri, ia turut mengajak anaknya, Elfis (21), yang membawa sebilah pisau.

“Keduanya kemudian mencari korban. Saat bertemu, perkelahian tidak terhindarkan dan sama-sama menggunakan senjata tajam,” jelas Zahirin.

Akibat serangan tersebut, Heru mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Keluarga sempat membawa korban ke Puskesmas Tanjung Raja, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat penanganan medis.

Sementara itu, kedua pelaku diketahui juga mengalami luka dan sempat menjalani perawatan di RS AK Gani. Mendapatkan informasi tersebut, polisi bergerak cepat. Kapolsek Tanjung Raja bersama Kanitreskrim dan tim gabungan langsung menuju Palembang dan mengamankan Mukhlis serta Elfis tanpa perlawanan.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sebilah parang dan sebilah pisau, keduanya bergagang kayu warna cokelat, yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan.

“Kedua pelaku sudah kami amankan di Polsek Tanjung Raja untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Zahirin.

Ia menambahkan, kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Polisi mengimbau warga untuk menahan emosi, mengedepankan musyawarah, serta mempercayakan penyelesaian konflik kepada jalur hukum.

“Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum. Keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 20:41 WIB

Cik Ujang Apresiasi FESyar Regional Sumatera 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berdaya Saing

7 Juni 2026 - 19:17 WIB

Bazar Buku International BBW Books Palembang 2026 Resmi Dibuka, Menunjang Gerakan Literasi Masyarakat

7 Juni 2026 - 09:53 WIB

Logo Layanan Darurat 110 Resmi Ditetapkan, Ini Maknanya

7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Inovasi Budidaya dan Pemberdayaan Masyarakat

6 Juni 2026 - 21:11 WIB

Trending di News