Palembang — Rencana pengadaan dua unit meja biliar oleh Sekretariat DPRD Sumatera Selatan memicu perhatian publik. Pasalnya, anggaran yang disiapkan untuk fasilitas tersebut mencapai Rp486,9 juta, di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Data pengadaan itu tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Berdasarkan pembaruan data per 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB, Sekretariat DPRD Sumsel merencanakan pembelian dua meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan.
Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel, Hadiyanto, membenarkan adanya rencana pengadaan tersebut. Namun, ia menegaskan prosesnya masih berada pada tahap awal dan belum direalisasikan.
“Siap, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP, untuk pelaksanaan belum,” kata Hadiyanto saat dikonfirmasi.
Menurutnya, fasilitas tersebut direncanakan sebagai sarana penunjang aktivitas pimpinan dewan di rumah dinas.
“Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan,” ujarnya.
Berdasarkan data SIRUP, anggaran terbesar dialokasikan untuk meja biliar di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, sebesar Rp151 juta. Sementara itu, pengadaan meja biliar untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, mencapai Rp335,9 juta.
Total anggaran dari dua pengadaan tersebut mencapai Rp486,9 juta.
Hadiyanto menjelaskan, rencana pengadaan tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan bagian umum yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang di lingkungan DPRD Sumsel.
“Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum,” ujarnya.













