Menu

Mode Gelap

News

Cacar Monyet: Bandara Mulai Pasang Alat Deteksi Suhu Tubuh

badge-check


Cacar Monyet: Bandara Mulai Pasang Alat Deteksi Suhu Tubuh Perbesar

Bandara di Indonesia sudah mulai pasang thermal scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi virus monkeypox atau cacar monyet. Slah satunya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) IIPekanbaru, Riau, telah dipasang

Alat canggih tersebut dioperasikan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di pintu kedatangan internasional. Petugas medis KKP Bandara SSK II Pekanbaru dr Risnandar menjelaskan, thermal scannerfungsinya untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang datang dari negara terjangkit virus yang memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara SSK II Pekanbaru.

“Alat ini mendeteksi suhu tubuh dimana penumpang yang suhu tubuhnya lebih atau sama dengan 38 derajat, penumpang bisa kita periksa. Diperiksa riwayat perjalanannya apakah ada ke negara terjangkit ataupun kontak erat dengan penderita yang sakit (monkeypox),” papar Risnandar.

Dia menyebutkan, alat thermal scanner sebenarnya sudah lama dipasang di Bandara SSK II Pekanbaru, mengingat adanya penerbangan langsung dari Singapura ke Pekanbaru. “Sudah lama dipasang. Ini sudah menjadi alat kita. Bukan pada saat ada isu virus Monkeypox di Singapura itu,” jelas Risnandar.

Sejauh ini, lanjut dia, belum ditemukan penumpang yang datang dari luar negeri yang terjangkit virus monkeypox ataupun virus lainnya. Meski demikian, pihaknya akan terus mewaspadai dan antisipasi masuknya penyakit menular tersebut melalui Bandara SSK II Pekanbaru.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusumarjadi menyatakan pendeteksi panas tubuh atau diperlukan untuk mendeteksi awal seseorang yang sakit.

Dengan alat itu, maka suhu tubuh setiap warga negara Indonesia dan asing yang baru memasuki wilayah Batam akan dipindai. Bila diketahui suhunya tinggi, melebihi batas normal, maka akan langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.

Dan bila diduga yang bersangkutan menderita cacar monyet, maka akan langsung dibawa ke ruang isolasi di RS Badan Pengusahaan Batam atau RS Umum Daerah Embung Fatimah. “Untuk kewaspadaan umum setiap RS yang curiga ada gejala cacar, ambil darah. Di BPLTKS bisa,” kata dia.

Tidak hanya itu, bila seorang penumpang kapal dicurigai mengidap cacar Singapura, maka seluruh penumpang kapal harus ikut di karantina. “Karena penularannya melalui kontak langsung. Masa inkubasi 5-7 hari baru terlihat gejalanya,” kata dia. (eno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Apresiasi Program PLCLP Pertamina, Dorong Lahirnya Generasi Mandiri dan Siap Kerja

3 Juli 2026 - 11:45 WIB

Apriyadi Pimpin Langsung Rapat Percepatan Jembatan Lalan, Kontraktor Diberi Tenggat Waktu Sepekan

3 Juli 2026 - 10:30 WIB

Aprizal Hasyim: APEKSI 2026 Jadi Wadah Tukar Inovasi dan Perkuat Kolaborasi Daerah

3 Juli 2026 - 07:28 WIB

Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan

2 Juli 2026 - 20:44 WIB

Respons Cepat BPBD, Karhutla di Muba Padam Setelah 30 Kali Water Bombing

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Trending di News