Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat merespons ancaman cuaca panas ekstrem yang diperkirakan melanda dalam waktu dekat. Fokus utama bukan hanya pada kesiapsiagaan internal, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dini agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak kembali meluas.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Chandra, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kecolongan menghadapi potensi peningkatan titik panas yang kerap muncul saat musim kering.
“Untuk menghadapi cuaca panas ekstrem yang bakal terjadi sebentar lagi ini, kami akan selalu siaga,” ujarnya.
Berbeda dari pendekatan reaktif, Pemprov Sumsel kini menitikberatkan pada strategi preventif. Koordinasi lintas instansi diperketat, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota, guna memastikan deteksi dini dan respons cepat di wilayah rawan.
Menurut Edward, langkah konkret juga tengah disiapkan, mulai dari pembentukan satuan tugas (satgas) khusus hingga penetapan status kesiapsiagaan di sejumlah daerah yang memiliki riwayat karhutla.
“Kami juga akan mempersiapkan dan merapatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Tak hanya itu, peningkatan status siaga di tingkat provinsi menjadi salah satu opsi yang disiapkan sebagai bentuk antisipasi jika kondisi cuaca semakin ekstrem.
Di sisi lain, peran masyarakat dinilai krusial dalam menekan risiko kebakaran. Pemerintah mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta aktif melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
“Harapannya kepada masyarakat agar ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla di Sumsel ini,” tutup Edward.[THQ]













