Menu

Mode Gelap

News

Apel Siaga Karhutla 22 April, Sumsel Siapkan Respons Cepat Hadapi Musim Kemarau

badge-check


Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id Perbesar

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id

Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadikan apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 22 April sebagai momentum memperkuat strategi pencegahan sejak dini. Penetapan status siaga direncanakan dilakukan sebelum apel berlangsung agar dukungan pusat dapat segera digerakkan, khususnya untuk penguatan armada udara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menilai apel kesiapsiagaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah awal memastikan seluruh unsur penanganan berada dalam kondisi siap menghadapi potensi kebakaran saat musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana menyampaikan bahwa status siaga menjadi syarat administratif untuk memperoleh dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk bantuan helikopter water bombing dan patroli udara.

“Status siaga menjadi dasar kami mengajukan helikopter water bombing dan patroli udara. Tanpa itu, dukungan pusat tidak bisa diproses,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

BPBD memperkirakan kebutuhan hingga 10 unit helikopter untuk memperkuat respons cepat di wilayah rawan. Armada udara dinilai penting untuk menjangkau titik api di kawasan yang sulit diakses oleh tim darat, sekaligus meningkatkan efektivitas deteksi dini kebakaran sebelum meluas.

Iqbal menjelaskan bahwa jumlah helikopter masih bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan serta kondisi di lapangan. Namun, prinsip utama penanganan tetap mengedepankan kecepatan respons guna menekan potensi kebakaran besar.

“Kita fleksibel, tergantung kondisi di lapangan. Tapi prinsipnya, respons cepat harus diutamakan agar api tidak meluas,” katanya.

Selain dukungan teknologi udara, apel kesiapsiagaan juga akan memperkuat koordinasi antara patroli udara dan tim darat. Setiap indikasi titik api yang terdeteksi akan segera ditindaklanjuti untuk mencegah eskalasi kebakaran yang lebih luas.

BPBD mencatat sedikitnya 12 kabupaten/kota di Sumsel masuk kategori rawan karhutla, di antaranya Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Wilayah tersebut memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

​Anggota DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah, Buka-bukaan soal Status dan Kewenangan Perbaikan Jalan di Sumsel

25 Mei 2026 - 14:39 WIB

DPW PKB Sumsel Gelar Mancing Bersama Warga Nahdiyin

24 Mei 2026 - 22:03 WIB

Pertamina Patra Niaga Umumkan Pemenang BOOM Periode 1, 25 Sepeda Motor untuk Mitra Ojol

24 Mei 2026 - 18:28 WIB

Pertamina Patra Niaga Raih Digital Innovation Awards 2026, MyPertamina Dorong Ekosistem Digital Energi Nasional

23 Mei 2026 - 18:22 WIB

Sumsel Darurat Bibir Sumbing, OKI Jadi Daerah dengan Kasus Tertinggi

23 Mei 2026 - 16:04 WIB

Trending di News