Menu ✖

Mode Gelap

News

Kasus Campak Melejit di Sumsel, 1.576 Suspek dan 446 Positif Picu Status Siaga KLB

badge-check


					Ilustrasi Campak. Foto : Istock Perbesar

Ilustrasi Campak. Foto : Istock

Palembang — Lonjakan kasus Campak di Sumsel sepanjang awal 2026 memicu kekhawatiran serius di sektor kesehatan. Dalam kurun waktu tiga bulan lebih, jumlah kasus suspek telah menembus 1.576, dengan 446 di antaranya terkonfirmasi positif.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak Januari. Kondisi ini menandakan potensi penyebaran yang masih tinggi, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum optimal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa lonjakan paling signifikan terjadi pada Maret, saat jumlah kasus suspek melonjak menjadi 660.

“Sejak awal tahun angkanya terus naik. Ini menjadi sinyal kuat bahwa penularan masih aktif di masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Pada Januari, tercatat 481 kasus suspek dengan 170 positif. Angka itu meningkat pada Februari menjadi 530 suspek dan 217 positif. Sementara di Maret, meski kasus suspek melonjak, jumlah konfirmasi positif tercatat lebih rendah, yakni 59 kasus.

“Hingga 10 April, kasus tambahan masih terus ditemukan, meski data bulan ini belum final. Dinkes menilai kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena peningkatan suspek dalam waktu singkat bisa menjadi indikasi penyebaran yang lebih luas,”kata dia.

Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu, mulai dari rendahnya cakupan imunisasi tambahan, tingginya mobilitas masyarakat, hingga kurangnya kesadaran terhadap gejala awal campak.

“Selain itu, status Kejadian Luar Biasa (KLB) masih diberlakukan di empat daerah, yakni Prabumulih, Palembang, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara. Hingga saat ini, belum ada penambahan wilayah KLB baru,”kata dia.

Pemerintah daerah kini didorong untuk memperkuat respons, terutama melalui peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi masyarakat. Tanpa langkah cepat, lonjakan kasus dikhawatirkan terus berlanjut, mengingat campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemutihan Pajak Sumsel Berakhir Hari Ini, Samsat Layani Warga hingga Pukul 24.00

31 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Copot Kultur Seremonial, Wako Palembang Lantik 23 Pejabat dan Tekankan Solusi Nyata

30 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Tak Menolak Bayar PBB, Marzuki Alie Minta Kepastian Aturan untuk IGM

30 Oktober 2026 - 18:21 WIB

APTISI Sumsel Minta Pemkot Palembang Kaji Ulang PBB Kampus UIGM

30 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Pemprov Sumsel Terima Hasil Lima Tahun Land4Lives

30 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Trending di News