Palembang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah tegas dalam memastikan kelancaran transportasi jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berkaca dari insiden bus mogok pada musim haji sebelumnya, seluruh armada pengangkut jemaah kini diwajibkan menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum dioperasikan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sumsel, Sunarto, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. Pemeriksaan atau ramp check dilakukan tidak hanya pada kondisi mesin, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung di dalam kendaraan.
“Tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi kita. Tahun ini tidak boleh ada lagi bus mogok di tengah perjalanan. Semua armada harus benar-benar dipastikan layak jalan sebelum digunakan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Pemprov Sumsel juga memperketat koordinasi dengan Dinas Perhubungan serta pihak penyedia jasa transportasi guna memastikan standar operasional dipenuhi secara optimal. Pemeriksaan dilakukan secara detail agar tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjamin kesiapan kendaraan.
Selain faktor teknis, perhatian juga diberikan pada kenyamanan jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia. Fasilitas seperti pendingin udara (AC) dan kebersihan interior bus menjadi bagian penting yang tidak luput dari pengawasan.
“Kami ingin jemaah merasa tenang sejak berangkat dari asrama. Jangan sampai ada rasa cemas hanya karena persoalan transportasi,” kata Sunarto.
Untuk mengantisipasi kendala di lapangan, tim pengawas transportasi akan disiagakan selama masa pemberangkatan. Langkah ini diharapkan mampu merespons cepat jika terjadi situasi darurat.















