Menu

Mode Gelap

News

Absen WFH ASN Sumsel Masih Rendah, Sekda Ingatkan Risiko Pemotongan TPP

badge-check


Sekda Sumsel, Edward Chandra saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Bina Praja. Foto : Humas Pemprov Sumsel
Perbesar

Sekda Sumsel, Edward Chandra saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Bina Praja. Foto : Humas Pemprov Sumsel

Palembang — Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memasuki tahap evaluasi. Selain menyoroti efektivitas kerja, aspek kedisiplinan menjadi perhatian utama, terutama terkait kepatuhan absensi digital.

Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra, menegaskan bahwa absensi merupakan indikator dasar kedisiplinan ASN, meskipun bekerja dari rumah. Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam melakukan absen akan berdampak langsung pada tambahan penghasilan pegawai (TPP).

“Kalau tidak melakukan absensi, akan ada konsekuensi pemotongan TPP. Sistem e-presensi kita transparan dan bisa langsung memantau,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Dari hasil evaluasi sementara, tingkat kepatuhan absensi ASN saat WFH masih belum maksimal. Dari total 7.807 ASN yang menjalankan WFH, hanya sekitar 65 persen yang tercatat melakukan absen pagi, sementara absen sore lebih rendah, yakni 61 persen.

Edward menilai kondisi ini perlu segera diperbaiki dengan meningkatkan kesadaran kolektif di lingkungan kerja, termasuk peran pimpinan dalam melakukan pengawasan.

“WFH bukan berarti bebas. ASN tetap harus siap bekerja di mana pun berada. Kinerja harus tetap berjalan, dan pengawasan internal wajib diperkuat,” tegasnya.

Kebijakan WFH sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri yang diterapkan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi efisiensi dan adaptasi pola kerja.

Selain kedisiplinan, evaluasi juga mencakup dampak positif kebijakan tersebut, terutama dalam hal efisiensi anggaran. Edward mengungkapkan bahwa penghematan energi listrik dan bahan bakar menjadi salah satu hasil nyata dari penerapan WFH.

“Efisiensi ini harus terus dijaga. Penggunaan energi dan operasional kendaraan dinas berkurang signifikan, dan ini menjadi poin penting dalam evaluasi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BATIQA Hotel Palembang Tegaskan Komitmen Kebersihan Hingga Area Trotoar

28 Juli 2026 - 10:10 WIB

Pemkot Palembang Finalisasi Rencana Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak

27 Juli 2026 - 21:37 WIB

Hindari Motor Pindah Jalur, Honda CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil di Jakabaring

27 Juli 2026 - 19:18 WIB

Bangkit dengan Nama Baru, Nurrasa Rayakan Peluncuran Karya Lewat Konser Bertajuk Selebrasirasa

27 Juli 2026 - 18:41 WIB

Karhutla Kembali Meluas di Ogan Ilir, Dua Lokasi Terbakar dalam Sehari

27 Juli 2026 - 18:37 WIB

Trending di News