Palembang — Di tengah meningkatnya kasus campak di Sumatera Selatan (Sumsel), pemerintah provinsi mulai memperkuat “tameng” di lini terdepan pelayanan kesehatan. Sebanyak 5.800 tenaga kesehatan (nakes) disiapkan untuk menerima vaksinasi campak sebagai langkah pencegahan penularan di fasilitas medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Trisnawarman, mengatakan kebijakan ini diambil karena tingginya risiko paparan yang dihadapi nakes, khususnya mereka yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) dan bersentuhan langsung dengan pasien.
“Perlindungan tenaga kesehatan menjadi prioritas kami agar pelayanan tetap berjalan optimal tanpa terganggu penularan di lingkungan rumah sakit,” ujarnya, Junat (17/4/2026).
Saat ini, Dinkes Sumsel telah mengajukan permintaan sekitar 5.800 dosis vaksin ke pemerintah pusat. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan nakes di seluruh kabupaten/kota.
Proses vaksinasi sendiri sudah mulai berjalan secara bertahap. Ratusan tenaga kesehatan telah lebih dulu menerima imunisasi sambil menunggu tambahan pasokan vaksin dari Kementerian Kesehatan.
Menurut Trisnawarman, prioritas utama diberikan kepada tenaga medis di garda depan seperti dokter umum, dokter gigi, serta perawat di UGD yang memiliki intensitas kontak tinggi dengan pasien.
“Penularan campak sangat cepat karena melalui droplet di udara. Dengan vaksinasi, setidaknya risiko gejala berat bisa ditekan meskipun potensi tertular masih ada,” jelasnya.
Data Dinkes mencatat, Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus campak tertinggi, mencapai sekitar 800 kasus positif. Disusul Kabupaten Banyuasin dengan lebih dari 400 kasus.















