Palembang — Keberangkatan perdana jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Palembang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Rabu (22/4/2026), diwarnai kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan jadwal terbang. Sebanyak 443 jemaah harus menunggu lebih lama sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Penundaan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni keterlambatan distribusi katering makan pagi serta terbatasnya jarak pandang akibat kabut tebal yang menyelimuti area bandara pada pagi hari.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa keterlambatan katering menjadi alasan awal tertundanya proses boarding.
“Penumpang belum bisa diboardingkan karena masih menunggu katering yang belum tiba,” ujarnya.
Situasi tersebut berdampak pada alur keberangkatan jemaah. Sejumlah jemaah, termasuk kategori prioritas seperti lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti), sempat tertahan di lorong garbarata. Sementara jemaah lain yang berada di dalam bus juga harus menunggu hingga mendapat izin dari petugas untuk melanjutkan proses naik ke pesawat.
Meski demikian, pihak bandara memastikan seluruh prosedur tetap berjalan sesuai standar pelayanan. “Secara umum proses keberangkatan tetap berjalan lancar,” tambah Syaugi.
Selain faktor logistik, kondisi cuaca turut memengaruhi kelancaran operasional penerbangan. Kabut pagi yang muncul usai hujan membuat jarak pandang sempat turun hingga sekitar 500 meter.
“Visibility sempat 500 meter, ini biasa terjadi setelah hujan pagi,” jelasnya.
Setelah seluruh kendala teratasi, proses boarding akhirnya rampung sekitar pukul 07.40 WIB. Pintu pesawat ditutup pada pukul 07.50 WIB, dan pesawat milik Saudi Arabia Airlines lepas landas pada pukul 08.15 WIB.
Penerbangan ini tidak langsung menuju Arab Saudi, melainkan transit terlebih dahulu di Bandara Kualanamu, Medan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Meski sempat tertunda, durasi penerbangan secara keseluruhan dipastikan tidak mengalami perubahan.
“Tidak ada penambahan waktu ke Timur Tengah. Rutenya tetap, transit di Kualanamu lalu langsung ke Tanah Suci,” katanya.
Syaugi juga menegaskan, berbagai persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini telah dilakukan secara matang melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan tim kesehatan dan imigrasi.















