Palembang — Suasana duka menyelimuti RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Palembang, Kamis (7/5/2026) pagi. Sebanyak 16 kantong jenazah korban kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) tiba sekitar pukul 05.00 WIB untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kedatangan rombongan ambulans yang membawa jenazah Bus ALS dari RS Aisyah Lubuklinggau itu langsung menyita perhatian keluarga korban yang sejak dini hari menunggu dengan penuh harap dan kecemasan. Sebagian keluarga tampak menangis saat kantong jenazah satu per satu diturunkan menuju ruang pendingin rumah sakit.
Kecelakaan tragis tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Tabrakan antara Bus ALS dan truk tangki BBM menyebabkan ledakan dan kobaran api besar yang melahap kedua kendaraan.
Kondisi para korban yang terbakar hebat membuat proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara cepat. Banyak jenazah mengalami kerusakan fisik berat sehingga tim forensik harus bekerja ekstra teliti untuk memastikan identitas masing-masing korban.
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel, AKBP dr. Andrianto Sp.OG mengatakan seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin sebelum pemeriksaan forensik dilakukan.
“Seluruh jenazah sudah kami terima dan ditempatkan di ruang pendingin. Proses identifikasi akan dilakukan bertahap oleh tim forensik RS Bhayangkara sambil menunggu tim DVI Mabes Polri dari Jakarta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses identifikasi mengutamakan pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan kondisi post mortem korban. Data seperti sidik jari, struktur gigi, rekam medis, hingga ciri fisik khusus akan menjadi acuan penting dalam memastikan identitas korban.
Pihak rumah sakit juga membuka posko pengaduan keluarga korban di area RS Bhayangkara. Keluarga diminta membawa dokumen pendukung seperti KTP, kartu keluarga, ijazah, data rekam medis, hingga foto korban semasa hidup untuk mempercepat proses pencocokan.
“Ini membutuhkan ketelitian tinggi karena sebagian besar korban mengalami luka bakar berat. Kemungkinan proses identifikasi memakan waktu beberapa hari,” katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan maut tersebut. Polisi juga terus mendata jumlah korban selamat maupun korban meninggal dalam peristiwa yang menjadi salah satu kecelakaan paling tragis di Jalinsum Sumsel tahun ini.









