PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memastikan akan memberikan pelayanan penuh bagi keluarga korban kecelakaan bus ALS yang kini tengah menunggu proses identifikasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan bahwa negara hadir untuk meringankan beban keluarga korban, tidak hanya dalam urusan medis dan jenazah, tetapi juga kebutuhan logistik harian keluarga yang mendampingi.
“Keluarga korban akan dibantu Pemprov Sumsel untuk kebutuhan makan, minum, hingga tempat tinggal selama proses identifikasi berlangsung. Kita ingin mereka fokus pada keluarga tanpa harus terbebani masalah biaya selama di Palembang,” ujar Herman Deru saat meninjau proses DVI di RS Bhayangkara, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini diambil mengingat mayoritas keluarga korban berasal dari luar daerah, seperti Sumatera Utara (Sumut) dan Jawa Tengah, yang harus menempuh perjalanan jauh menuju Palembang. Pemprov Sumsel telah menyiapkan skema bantuan agar keluarga korban mendapatkan tempat tinggal yang layak selama menunggu hasil pencocokan data tim forensik.
Selain bantuan logistik, Herman Deru juga menekankan pentingnya akurasi dalam proses identifikasi jenazah. Hal ini dilakukan guna menghindari kesalahan prosedur saat jenazah diserahkan dan dibawa pulang ke rumah duka masing-masing.
“Proses identifikasi ini sangat penting. Kita ingin memastikan jenazah yang dibawa pulang benar-benar sesuai dengan identitasnya. Selama menunggu itu, kita jamin seluruh kebutuhannya,” tambahnya.









