Menu

Mode Gelap

News

Herman Deru Tegaskan Jalan Sumsel dalam Kondisi Mantap Meski Ada Tragedi Bus ALS

badge-check


Sebanyak 16 orang tewas akibat kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu, 6 Mei 2026/ist.
Perbesar

Sebanyak 16 orang tewas akibat kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu, 6 Mei 2026/ist.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menegaskan kondisi jalan di wilayah Sumsel secara umum masih dalam kategori mantap meskipun kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara.

Menurut Herman Deru, tingkat kemantapan jalan di Sumsel saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan sebelum hasil investigasi resmi dari kepolisian diumumkan.

“Secara umum kondisi jalan di Sumsel baik. Tingkat kemantapan jalan kita sudah di atas 90 persen,” ujar Herman Deru saat meninjau proses identifikasi korban kecelakaan Bus ALS di RS Bhayangkara Moh Hasan, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan lokasi kecelakaan berada di jalan nasional yang menjadi jalur penghubung antarprovinsi, sehingga evaluasi teknis terkait penyebab kecelakaan merupakan kewenangan aparat kepolisian dan pemerintah pusat.

“Kalau penyebab kecelakaan karena lubang atau faktor lain, itu nanti hasil penyelidikan polisi. Kita tidak ingin berspekulasi,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM milik PT Seleraya terjadi di Jalinsum wilayah Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden tersebut menewaskan 16 orang setelah kedua kendaraan terbakar hebat usai tabrakan.

Polda Sumsel menduga kecelakaan dipicu faktor human error. Sopir Bus ALS disebut berusaha menghindari lubang di badan jalan hingga mengambil jalur kanan dan bertabrakan dengan truk tangki dari arah berlawanan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk kondisi jalan dan kendaraan.

Sementara itu, proses identifikasi korban masih berlangsung di RS Bhayangkara Palembang. Tim DVI Polda Sumsel bersama tim forensik Mabes Polri terus melakukan pencocokan DNA dan data ante mortem karena sebagian besar korban mengalami luka bakar berat.

Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto menjelaskan jenazah korban belum dapat langsung diserahkan kepada keluarga sebelum seluruh proses identifikasi dinyatakan valid.

“Yang paling penting adalah memastikan identitas korban benar-benar sesuai agar tidak terjadi kesalahan saat penyerahan jenazah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Dampingi Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel

7 Mei 2026 - 15:17 WIB

Siswa SD Hanyut di Sungai Musi Empat Lawang, Tim SAR Sisir Arus Deras 10 KM

7 Mei 2026 - 13:48 WIB

Daftar 10 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Teridentifikasi, Satu Keluarga Turut Menjadi Korban

7 Mei 2026 - 13:23 WIB

Sinergi Herman Deru dan Bobby Nasution Fasilitasi Pemulangan Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS

7 Mei 2026 - 11:48 WIB

Kecelakaan Maut di Muratara, Herman Deru: Berikan Fasilitas untuk Keluarga Korban

7 Mei 2026 - 11:40 WIB

Trending di Headline