EMPAT LAWANG – Duka mendalam menyelimuti Desa Karang Gede, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang. Dua siswi Sekolah Dasar (SD), Else binti Dodo (12) dan Bulan binti Ledi (12), dilaporkan hilang terseret derasnya arus Sungai Musi, pada Rabu (6/5/2026).
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin menyebutkan hingga memasuki hari kedua pencarian, Kamis (7/5/2026), Tim SAR Gabungan masih terus berjuang menyisir area sungai untuk menemukan keberadaan kedua korban yang merupakan siswi SDN 01 Sikap Dalam tersebut.
“Peristiwa ini bermula ketika Else, Bulan, dan empat rekan sekolahnya memutuskan untuk mandi dan berenang di Sungai Musi sekitar pukul 12.30 WIB, sesaat setelah jam sekolah usai. Kegembiraan anak-anak tersebut seketika berubah menjadi petaka saat arus sungai tiba-tiba menguat,”kata dia, Kamis (7/5/2026).
Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Namun, Else dan Bulan yang diketahui tidak memiliki kemampuan berenang, terjebak di tengah arus. Menurut keterangan saksi, kedua korban sempat terlihat saling berpelukan saat terseret arus yang deras sebelum akhirnya hilang tertelan air.
“Pencarian kami lakukan dengan penyisiran menggunakan perahu rafting karena kondisi Sungai Musi di titik tersebut sangat deras dan banyak bebatuan. Area pencarian diperluas hingga radius 10 KM² ke arah tenggara,” ujar dia.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, dan relawan masyarakat menghadapi kendala teknis berupa arus bawah yang kuat serta tumpukan batu sungai yang dapat membahayakan keselamatan personel.
Pihak Basarnas juga telah menyiapkan tim penyelam yang akan diterjunkan jika kondisi air memungkinkan dan arus mulai stabil. Selain upaya fisik, informasi hilangnya kedua siswi ini juga telah disebarkan kepada masyarakat di sepanjang pesisir sungai.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Kami juga memberikan imbauan keras kepada orang tua dan masyarakat agar lebih waspada. Pastikan anak-anak tidak beraktivitas di sungai tanpa pengawasan, terutama bagi mereka yang tidak bisa berenang,” pungkas Raymond.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih bersiaga di lapangan dan terus memantau setiap titik koordinat yang dicurigai sebagai lokasi keberadaan korban.








