Palembang – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang puncak musim kemarau. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 305,4 hektare atau melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir.
Data Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera mencatat Kabupaten Muara Enim menjadi daerah dengan area terbakar terluas, disusul Musi Rawas Utara (Muratara) dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan berdasarkan analisis citra satelit, total luas karhutla di Sumsel hingga Mei 2026 mencapai 305,4 hektare.
“Muara Enim menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar yakni 55,2 hektare, kemudian OKU 54,5 hektare, dan Muratara 53,2 hektare,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menariknya, dari total luasan yang terbakar, hampir seluruh kejadian terjadi di lahan mineral. Hanya sekitar 1,1 hektare lahan gambut yang terbakar dan seluruhnya berada di wilayah Muara Enim.
“Selain tiga daerah tersebut, kebakaran juga tercatat terjadi di Musi Banyuasin seluas 36,4 hektare, Ogan Ilir dan OKU Selatan masing-masing 27,5 hektare, serta Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 23,1 hektare, ” kata dia.
Sementara Banyuasin mencatat luas karhutla 9,4 hektare, Lahat 6 hektare, PALI 5,9 hektare, Prabumulih 4,8 hektare, dan OKU Timur 1,9 hektare.
“Di sisi lain, terdapat lima daerah yang hingga saat ini belum tercatat mengalami kebakaran hutan dan lahan, yakni Kota Palembang, Lubuklinggau, Musi Rawas, Empat Lawang, dan Pagar Alam, ” kata dia.
Meski masih jauh dibandingkan tahun ekstrem 2023 dan 2022, tren karhutla tahun ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan peningkatan dibanding dua tahun terakhir.
“Sebagai perbandingan, luas karhutla pada periode Januari-Mei 2025 hanya mencapai 43,1 hektare, sedangkan pada 2024 tercatat 184,1 hektare. Sementara pada 2023 luas lahan terbakar mencapai 1.046,2 hektare dan pada 2022 bahkan menyentuh 1.977,7 hektare, ” kata dia.









