Menu

Mode Gelap

News

755 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau

badge-check


Manggala Agni saat memadamkan api di  Lahan samping Tol Palindra. Foto : Manggala Agni Perbesar

Manggala Agni saat memadamkan api di Lahan samping Tol Palindra. Foto : Manggala Agni

PALEMBANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin meningkat. Sepanjang Juni 2026, jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau mencapai 755 titik, naik dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 708 titik. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir untuk periode yang sama.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan lonjakan hotspot menjadi sinyal meningkatnya risiko karhutla, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang.

“Berdasarkan data Sipongi, sepanjang Juni terdapat 755 hotspot di Sumsel. Jumlah ini meningkat dibandingkan Mei yang terpantau sebanyak 708 titik. Seiring meningkatnya hotspot, potensi terjadinya karhutla juga ikut meningkat,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Meski demikian, Sudirman menjelaskan tidak semua hotspot merupakan kebakaran yang telah terjadi. Namun, setiap titik panas tetap harus diwaspadai karena dapat berkembang menjadi titik api apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan di lapangan.

Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, Kabupaten Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak selama Juni, yakni mencapai 171 titik. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lahat dengan 105 titik, Musi Banyuasin (84 titik), Ogan Komering Ilir (73 titik), dan Musi Rawas Utara (59 titik).

Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juni 2026, jumlah hotspot di Sumsel telah mencapai 1.849 titik. Muara Enim masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak sebanyak 366 titik, disusul Lahat 326 titik, Musi Banyuasin 209 titik, Musi Rawas Utara 178 titik, Musi Rawas 147 titik, serta OKI sebanyak 120 titik.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Sumsel terus meningkatkan upaya pencegahan melalui patroli darat dan udara di sejumlah wilayah rawan. Pemantauan juga diperkuat dengan memanfaatkan data satelit yang diperbarui setiap hari untuk mendeteksi lebih dini potensi munculnya kebakaran.

“Data hotspot menjadi acuan bagi kami untuk menentukan lokasi patroli dan mengerahkan personel jika ditemukan indikasi titik api. Semakin cepat ditangani, semakin kecil peluang kebakaran meluas,” kata Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejar Hujan di Tengah Karhutla, Sumsel Kembali Siapkan OMC 27-28 Agustus

25 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Ikhtiar Hadapi Karhutla, Herman Deru Gelar Salat Istisqa

25 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Sumsel Butuh 500 Sumur Bor, Prabowo: Ajukan, Akan Saya Kerahkan

24 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Ratu Dewa Ganti Plt Kadishub Palembang, Parkir Liar dan Lampu Jalan Jadi Prioritas

24 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan BBM di NTT, Distribusi ke Wilayah Terdampak Bencana Kembali Pulih

24 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Trending di News