Menu

Mode Gelap

News

Helikopter Water Bombing Turun Tangan Padamkan Karhutla di Perbatasan Palembang-Banyuasin

badge-check


Helikopter water bombing saat padamkan karhutla. Foto: W Pratama/Urban Id Perbesar

Helikopter water bombing saat padamkan karhutla. Foto: W Pratama/Urban Id

PALEMBANG – Respons cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di kawasan perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin, Jumat (10/7/2026). Api yang membakar lahan semak belukar seluas sekitar tiga hektare berhasil dikendalikan setelah operasi pemadaman selama tiga jam.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan titik kebakaran berada di wilayah perbatasan Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, dengan Desa Pengkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, tim segera bergerak menuju lokasi begitu menerima informasi adanya titik api. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 13.20 WIB dan berakhir pada pukul 16.20 WIB setelah kobaran api berhasil dikendalikan.

“Luas kebakaran mencapai sekitar tiga hektare. Kebakaran berhasil dikendalikan dan api berhasil dipadamkan,” ujar Ferdian.

Dalam operasi tersebut, personel gabungan dari Manggala Agni Daops Sum-XIV/Banyuasin, TNI, Polri, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman.

Tak hanya mengandalkan personel di darat, satu unit helikopter water bombing juga dikerahkan untuk membantu menjinakkan api dari udara, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau petugas.

Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, belidang, gegas, dan gelam. Berdasarkan identifikasi awal, lokasi kebakaran berada di area penggunaan lain (APL) pada lahan mineral yang diduga merupakan milik masyarakat.

Hingga operasi berakhir, petugas terus melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Langkah tersebut dilakukan mengingat kondisi cuaca di Sumatera Selatan yang semakin kering seiring berlangsungnya musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Kandang Samping Rumah, Amat Menjemput Harapan di Usia 72 Tahun

2 September 2026 - 09:25 WIB

Respons Cepat Dampak Karhutla, PHE Jambi Merang Bagikan Masker ke Warga Sekitar

2 September 2026 - 09:00 WIB

Dukung Penerbangan Lebih Ramah Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Perluas Layanan SAF

1 September 2026 - 20:30 WIB

Meta Bantah Gelapkan Rp40 Juta Rio Kaul, Sebut Dana Diberikan Tanpa Paksaan

1 September 2026 - 18:50 WIB

Jarak Pandang Turun, Dua Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Tertunda

1 September 2026 - 18:40 WIB

Trending di News