PALEMBANG — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memberikan dampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang. Meski secara umum penerbangan masih berjalan normal, jarak pandang (visibility) sempat turun hingga mengakibatkan dua penerbangan mengalami keterlambatan sepanjang Agustus 2026.
Pgs General Manager Bandara SMB II Palembang, Tubagus Gemal Syahrir mengatakan kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang terus dipantau dalam menjaga keselamatan penerbangan di tengah ancaman kabut asap.
Menurutnya, setiap pesawat yang akan melakukan pendaratan maupun lepas landas harus memenuhi batas jarak pandang sesuai standar keselamatan penerbangan.
“Kami selalu memperhatikan visibility atau jarak pandang untuk menentukan suatu pesawat apakah dapat landing atau take-off sesuai dengan standar keselamatan penerbangan,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Dirinya menjelaskan dari catatan operasional, gangguan akibat penurunan visibility terjadi pada 23 dan 29 Agustus 2026.
Pada 23 Agustus, penerbangan Garuda Indonesia rute Palembang menuju Cengkareng (CGK) mengalami keterlambatan karena jarak pandang hanya sekitar 500 meter. Padahal, batas minimal yang dibutuhkan untuk penerbangan tersebut berada di angka 700 meter.
Kemudian pada 29 Agustus, penerbangan Citilink dengan rute Cengkareng menuju Palembang juga mengalami keterlambatan. Saat itu jarak pandang tercatat sekitar 1.200 meter, sedangkan batas minimal untuk proses pendaratan mencapai 1.700 meter.
“Pada tanggal 23 Agustus 2026, Garuda tujuan Palembang-CGK itu delay karena visibility-nya hanya 500 meter, sedangkan kita minimal 700. Kemudian pada tanggal 29 Agustus 2026, Citilink dengan tujuan CGK-Palembang itu delay juga karena visibility-nya hanya 1.200, sedangkan untuk landing itu minimal 1.700,” jelasnya.
Meski sempat terjadi gangguan, kondisi tersebut belum sampai menyebabkan pembatalan penerbangan.
Secara keseluruhan, hanya dua penerbangan yang tercatat mengalami keterlambatan akibat kondisi visibility selama Agustus. Sementara jumlah penumpang masih berada dalam kondisi normal.
“Untuk penurunan penumpangnya masih normal. Cuma kemarin hanya delay saja. Jadi tidak ada yang cancel,” katanya.









