PALEMBANG — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tidak hanya membutuhkan armada pemadam dan helikopter water bombing. Pemerintah Provinsi Sumsel kini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut turun langsung sebagai bagian dari pasukan darat penanganan karhutla.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan masyarakat yang ingin terlibat dapat mendaftarkan diri untuk kemudian diakomodasi dalam kegiatan penanganan karhutla di lapangan.
Tak hanya mendapatkan kesempatan berkontribusi, personel masyarakat yang dilibatkan juga akan memperoleh uang semangat sebesar Rp150 ribu per hari.
“Kalau adik-adik mau itu daftar saja, kita akan akomodir,” kata Deru.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena penanganan karhutla tidak mungkin sepenuhnya mengandalkan pemadaman dari udara.
Helikopter water bombing memang dibutuhkan ketika api sudah meluas atau sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, keberadaan personel di darat tetap diperlukan untuk melakukan pemadaman sekaligus memastikan bara yang tersisa tidak kembali menjadi titik api.
Herman Deru juga menilai manusia memiliki peran besar dalam persoalan karhutla. Berdasarkan hasil investigasi yang diterimanya, mayoritas kejadian kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas manusia.
“Menitikberatkan tentang peran manusia di sini. Jadi kalau hasil investigasi penyebab mayoritas ini adalah ulah manusia dan yang terdampak manusia,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Herman Deru mengajak masyarakat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari memberikan edukasi, mencegah munculnya api hingga membantu penanganan ketika kebakaran terjadi.
Ia menyebut peran tersebut mencakup aspek promotif, preventif hingga penanganan.
“Kita semua warga Sumatera Selatan, masing-masing paling tidak kita ada peran pada posisi promotif, preventif dan penanganan juga,” katanya.
Upaya pencegahan juga dapat dilakukan melalui media sosial. Dirinya ppmendorong masyarakat memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya pembakaran lahan serta mengingatkan warga lain agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pesan pencegahan akan lebih kuat apabila disampaikan secara luas dan dilakukan bersama-sama oleh masyarakat,”kata dia









