PALEMBANG – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Namun, efektivitas operasi tersebut kini menghadapi tantangan besar akibat semakin panjangnya periode tanpa hujan yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi.
Kondisi cuaca yang semakin kering membuat keberadaan awan potensial sebagai media penyemaian hujan menjadi semakin terbatas. Akibatnya, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan secara bebas di lokasi yang mengalami kebakaran, melainkan harus mengikuti titik-titik yang masih memiliki potensi pembentukan awan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan OMC merupakan bagian dari rangkaian penanganan karhutla yang saling melengkapi dengan berbagai langkah lain di lapangan.
“Semua upaya pencegahan dan pemadaman ini menjadi rangkaian yang tidak terputus. OMC hanya satu bagian dari rangkaian itu,” ujar Ferdian, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, lokasi penyemaian awan selalu disesuaikan dengan kondisi atmosfer saat operasi berlangsung. Artinya, wilayah yang menjadi sasaran OMC tidak selalu berada di daerah yang sedang mengalami kebakaran, tetapi di lokasi yang memiliki awan potensial untuk disemai.
Menurut Ferdian, seluruh wilayah rawan karhutla di Sumsel berpeluang menjadi lokasi operasi apabila kondisi cuaca mendukung.
“Untuk modifikasi cuaca tentunya tidak hanya di OKI. Semua lokasi rawan bisa menjadi sasaran dengan catatan ada awan potensial,” katanya.
Sebagai contoh, pada pelaksanaan OMC hari itu, potensi awan justru terpantau berada di wilayah Musi Rawas dan Lahat. Kondisi tersebut membuat tim harus menyesuaikan rute penerbangan dan lokasi penyemaian agar peluang turunnya hujan lebih besar.
“Hari ini misalnya, awan hanya ada di sekitar Musi Rawas dan Lahat, sehingga bisa saja nanti diarahkan ke sana,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan kini telah mengalami hari tanpa hujan dalam durasi yang cukup panjang. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keberhasilan OMC sepenuhnya bergantung pada keberadaan awan yang layak disemai.
“OMC ini bisa fleksibel di kabupaten mana yang membutuhkan, tetapi tetap bergantung pada apakah ada awan potensial atau tidak,” ungkapnya.









