Menu

Mode Gelap

News

Mandi Bersama Teman, Gibran Hilang Tenggelam di Sungai Enim

badge-check


Mandi Bersama Teman, Gibran Hilang Tenggelam di Sungai Enim Perbesar

MUARA ENIM – Suasana duka menyelimuti warga Dusun Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, setelah seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan hilang tenggelam saat mandi di Sungai Enim, Senin (27/7/2026). Hingga Selasa (28/7/2026), tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian terhadap korban.

Korban diketahui bernama Gibran Farelio (12). Saat kejadian, ia berenang bersama dua rekannya di sungai yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel menuju lokasi setelah menerima laporan adanya anak yang tenggelam.

“Begitu menerima informasi, tim rescue segera diberangkatkan untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga anak tersebut awalnya mandi seperti biasa di Sungai Enim. Namun saat berada di bagian tengah sungai, Gibran diduga kelelahan dan tidak mampu lagi berenang menuju tepian.

Dua temannya sempat berupaya memberikan pertolongan. Sayangnya, derasnya arus membuat korban lebih dahulu tenggelam dan menghilang dari permukaan air sebelum berhasil diselamatkan.

Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing tim menyisir sisi kanan dan kiri Sungai Enim menggunakan perahu karet milik Basarnas serta perahu milik warga.

Area pencarian difokuskan di sekitar lokasi korban diduga tenggelam dengan cakupan sekitar lima kilometer persegi. Selain penyisiran di permukaan, tim juga menyiapkan opsi penyelaman apabila kondisi arus, kedalaman sungai, dan faktor keselamatan memungkinkan.

“Kami mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Harapan kami korban dapat segera ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian,” kata Raymond.

Basarnas juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama pada musim ketika debit air dan arus cenderung meningkat. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak mandi atau bermain di sungai tanpa pendampingan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar sungai untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cetak Agen Perubahan Kesehatan Sejak Dini, Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Wujudkan Generasi Sehat Lewat Program Dokter Kecil

28 Juli 2026 - 15:49 WIB

BATIQA Hotel Palembang Tegaskan Komitmen Kebersihan Hingga Area Trotoar

28 Juli 2026 - 10:10 WIB

Pemkot Palembang Finalisasi Rencana Revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak

27 Juli 2026 - 21:37 WIB

Hindari Motor Pindah Jalur, Honda CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil di Jakabaring

27 Juli 2026 - 19:18 WIB

Bangkit dengan Nama Baru, Nurrasa Rayakan Peluncuran Karya Lewat Konser Bertajuk Selebrasirasa

27 Juli 2026 - 18:41 WIB

Trending di News