Menu ✖

Mode Gelap

News

Karhutla Belum Reda, BPBD Sumsel Dorong Salat Istisqa hingga Bentuk Satgas Doa

badge-check


Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id Perbesar

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id

PALEMBANG — Upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tak hanya mengandalkan pemadaman dari darat maupun udara. Di tengah kemarau panjang yang membuat hujan sulit turun, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui salat istisqa.

Langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat penanganan karhutla bersama Danrem 044/Gapo selaku Komandan Satgas Operasi Karhutla Sumsel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iqbal Alisyahbana, mengatakan salat istisqa dipandang sebagai ikhtiar spiritual di tengah berbagai upaya teknis yang terus dilakukan pemerintah untuk memadamkan api.

“Selain usaha yang terus kita lakukan, kita juga meminta pertolongan dari Allah SWT agar diberikan hujan,” ujar Iqbal, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, imbauan pelaksanaan salat istisqa telah disampaikan secara lisan kepada pemerintah daerah. Salah satu daerah yang telah melaksanakannya adalah Ogan Ilir.

Meski demikian, Pemprov Sumsel belum menerbitkan surat edaran resmi yang mewajibkan atau menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota untuk menggelar salat istisqa.

“Secara lisan sudah kita imbau. Seperti di Ogan Ilir kemarin sudah melaksanakan salat istisqa,” katanya.

Menariknya, pendekatan spiritual tersebut bahkan masuk dalam struktur Satgas Operasi Karhutla Sumsel. Selain satgas yang bertugas menangani pemadaman dan penegakan hukum, terdapat pula bidang yang berkaitan dengan doa.

“Di satgas komando yang dipimpin Pak Gubernur dan Dansatgas Operasi Pak Danrem, ada beberapa bidang. Ada satgas darat, satgas udara, satgas sosialisasi, satgas penegakan hukum, termasuk satgas doa,” jelas Iqbal.

Ia mengajak pemerintah kabupaten dan kota, ASN, serta masyarakat ikut melakukan salat istisqa sebagai bentuk permohonan agar hujan segera turun.

Menurut Iqbal, hujan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu meredam titik api, terutama ketika kondisi lapangan semakin kering dan sumber air untuk pemadaman mulai terbatas.

Namun, ia memastikan ikhtiar spiritual tersebut tidak menggantikan penanganan teknis. Satgas tetap melakukan pemadaman melalui pengerahan personel gabungan, patroli kawasan rawan, operasi darat serta dukungan helikopter water bombing.

“Penanganan karhutla di Sumsel kini berjalan melalui berbagai lini. Tim darat terus melakukan pemadaman di lokasi kebakaran, sementara operasi udara digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses,”kata dia

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sanksi Patsus Dinilai Terlalu Ringan, Oknum Polisi Susila di PALI Akhirnya Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jamin Pangan ASUH dan Dukung Program MBG, Pemkot Palembang Perketat Sertifikasi Halal serta Higiene Sanitasi

12 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Bukan Sekadar Tegas, Pemkot Palembang Gandeng APH Dorong Penegakan Hukum Berwajah Humanis

12 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Ultimatum 125 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Palembang Desak Herman Deru Mundur

12 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal, Hadirkan Official Merchandise Produk UMKM di Booth MyPertamina

11 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Trending di News