Menu

Mode Gelap

News

Antisipasi Puncak Kemarau, Herman Deru dan Ratu Dewa Tinjau Titik Rawan Karhutla di Kertapati

badge-check


Antisipasi Puncak Kemarau, Herman Deru dan Ratu Dewa Tinjau Titik Rawan Karhutla di Kertapati Perbesar

Palembang — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kertapati, Palembang, Senin (7/9/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan memperkuat penanganan di wilayah yang menjadi salah satu titik paling rawan karhutla selama puncak musim kemarau.

​Tidak sekadar memantau dari posko, kedua pimpinan daerah tersebut turun langsung menyusuri area lahan basah dan bekas rawa yang kini mengering.

Wilayah yang mencakup enam kelurahan di Kecamatan Kertapati tersebut mengalami peningkatan risiko kebakaran akibat menumpuknya material mudah terbakar, seperti sisa panen padi dan rumput kering, ditambah tingginya aktivitas warga sekitar.

​Sepanjang tahun 2026, puluhan kasus karhutla telah tercatat di kawasan ini. Lonjakan signifikan terjadi pada periode Agustus hingga September dengan total 20 kejadian.

​Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga penguatan pencegahan dari tingkat paling bawah.

​”Kami menyusuri langsung lokasi rawan ini untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat. Kawasan Kertapati didominasi oleh lahan rawa yang sangat rentan terbakar saat kemarau ekstrem tiba,” ujar Herman Deru saat diwawancarai di lokasi.

​Ia menambahkan, keterlibatan aparat kewilayahan menjadi kunci utama dalam mengedukasi warga. “Imbauan pencegahan harus disampaikan secara konsisten oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga ketua RT. Pembakaran lahan dalam bentuk apa pun tidak boleh dilakukan karena dampaknya sangat berbahaya,” tegasnya.

​Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palembang terus mengintensifkan sosialisasi, baik secara tatap muka maupun melalui kampanye media massa.

​”Upaya edukasi terus kami perkuat karena mobilitas masyarakat di kawasan ini sangat tinggi. Selain sosialisasi langsung di lapangan, pesan pencegahan karhutla juga disebarluaskan melalui berbagai saluran media agar menjangkau warga secara lebih luas,” kata Ratu Dewa.

​Ratu Dewa berharap peninjauan bersama ini dapat mempererat koordinasi antarinstansi dalam menekan angka kejadian karhutla. “Langkah-langkah preventif diprioritaskan demi menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah meluasnya dampak kebakaran selama musim kemarau,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel Perketat Penanganan Karhutla, Targetkan Respons Cepat 5 Menit

7 September 2026 - 19:20 WIB

PT BAP Libatkan Masyarakat Desa Binaan dalam Pencegahan Karhutla

6 September 2026 - 16:44 WIB

KOMDA APHI Sumatera Selatan & Lampung: Inpres No. 11/2026 Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla

5 September 2026 - 19:17 WIB

Kabut Asap Pekat Picu Tabrakan Beruntun di Tol Palindra, Belasan Orang Luka-luka

5 September 2026 - 17:12 WIB

Bukan Sekadar Padamkan Api, Ketua ILU Minta Pelaku Karhutla Diseret ke Penjara

5 September 2026 - 15:15 WIB

Trending di News